Project Category: Hidrografi

Project Details

PT. Karta Bhumi Nusantara telah melaksanakan survei batimetri sebagai data informasi kedalaman untuk studi batas wilayah Sungai Citarum.

Survei batimetri merupakan kegiatan pengukuran kedalaman perairan yang bertujuan untuk mengetahui morfologi dasar laut, sungai, danau, atau rawa. Data yang dihasilkan dari survei ini sangat penting untuk berbagai kebutuhan, seperti pemetaan dasar perairan, perencanaan infrastruktur, pemantauan sedimentasi, hingga pengelolaan lingkungan perairan. Dalam pelaksanaannya, survei batimetri menggunakan perangkat echo sounder, high-precision positioning system (GNSS RTK), dan perangkat pendukung lainnya seperti USV (Unmanned Surface Vehicle) untuk pengumpulan data yang efisien di wilayah yang sulit dijangkau.

Project Name
Survei Batimetri untuk Kajian Sempadan Sungai Citarum
Client
BBWS
Category
Hidrografi,Planning
Location
Citarum, West Java
Year
2025

Project Summery

Single Beam Echo Sounder (SBES) adalah alat survei batimetri yang digunakan untuk mengukur kedalaman perairan pada satu titik secara vertikal, tepat di bawah sensor. Alat ini bekerja dengan memancarkan gelombang suara (sonar) ke dasar sungai, dan menghitung waktu pantulan gelombang tersebut untuk menentukan kedalaman. SBES banyak digunakan dalam survei sungai, danau, waduk, maupun wilayah pesisir karena operasionalnya yang relatif sederhana dan efisien. Dalam kajian sempadan sungai, SBES menjadi instrumen penting untuk mendapatkan data profil dasar sungai secara linier sepanjang lintasan survei. Data kedalaman yang dikumpulkan akan dikombinasikan dengan data posisi dari GNSS serta dikoreksi menggunakan data pasang surut, sehingga menghasilkan informasi batimetri yang akurat dan dapat digunakan untuk analisis geomorfologi sungai serta penentuan batas sempadan yang sesuai dengan regulasi.
Pasang surut (pasut) adalah fenomena naik turunnya muka air laut atau sungai yang disebabkan oleh gaya gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi. Dalam konteks survei batimetri, pengukuran pasut sangat penting untuk mengoreksi data kedalaman yang diperoleh agar dapat direferensikan ke datum vertikal yang konsisten, seperti Mean Sea Level (MSL). Tanpa koreksi pasut, hasil pengukuran kedalaman menggunakan alat seperti Single Beam Echo Sounder (SBES) dapat menghasilkan data yang tidak akurat akibat fluktuasi muka air saat survei dilakukan. Pengukuran pasut dapat dilakukan secara manual menggunakan mistar pasut (tide staff) atau secara otomatis dengan alat pencatat pasut digital (tide gauge). Data pasut yang dikumpulkan selama periode survei akan digunakan dalam proses koreksi (tide correction) sehingga kedalaman akhir mencerminkan kondisi sebenarnya dasar perairan. Hal ini menjadi dasar penting dalam kajian teknis seperti penetapan sempadan sungai, analisis banjir, dan pengelolaan wilayah pesisir atau daerah aliran sungai.

Project Details

PT. Karta Bhumi Nusantara telah melakukan survei batimetri sepanjang 7 kilometer di wilayah pesisir Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Survei ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran morfologi dan kedalaman perairan yang akan dijadikan acuan dalam berbagai kegiatan perencanaan dan pengelolaan DAS.

Project Name
Survei Batimetri di Kabupaten Demak
Category
Hidrografi,Property
Location
Demak, Central Java
Year
2025

Project Summery

Survei batimetri merupakan kegiatan pemetaan dasar perairan untuk mengetahui kedalaman dan morfologi dasar laut atau sungai. Salah satu metode yang umum digunakan dalam survei ini adalah singlebeam echosounder, yaitu alat yang memancarkan gelombang suara tegak lurus ke dasar perairan dan merekam waktu pantulan gelombang tersebut untuk menghitung kedalaman. Metode ini efektif digunakan untuk survei di area dengan cakupan sempit hingga menengah, seperti sungai, danau, atau pesisir pantai. Dalam pelaksanaannya, singlebeam echosounder dikombinasikan dengan sistem navigasi GPS atau DGPS guna memperoleh posisi horizontal yang akurat dari setiap titik pengukuran kedalaman. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dikoreksi terhadap pasang surut agar menghasilkan peta batimetri yang representatif dan siap digunakan untuk berbagai keperluan teknis, seperti perencanaan pelabuhan, pengendalian abrasi, reklamasi, serta pengelolaan wilayah pesisir dan sumber daya kelautan.

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara sudah mengerjakan berbagai proyek dari tahun 2021 sampai sekarang, di tahun 2024 tercatat ada lebih dari 20 proyek yang telah dikerjakan. Salah satu nya yaitu Survei Batimetri di Karawang.

Project Name
Survei USV Batimetri di Karawang
Category
Hidrografi,Reconstruction
Location
Karawang, Jawa Barat
Year
2024

Project Summery

Survei batimetri adalah proses pengukuran kedalaman suatu badan air untuk menghasilkan peta batimetri, yaitu peta yang menunjukkan topografi dasar laut atau sungai. Peta batimetri ini sangat penting untuk berbagai keperluan, seperti navigasi, konstruksi lepas pantai, pengelolaan sumber daya laut, dan penelitian oseanografi.fi dasar air.
Unmanned Surface Vehicle (USV) atau Kapal Tanpa Awak adalah salah satu teknologi terbaru yang digunakan untuk melakukan survei batimetri. USV memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan metode survei tradisional, seperti Efisiensi USV dapat beroperasi secara otonom atau semi-otonom, sehingga mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Akurasi dengan sensor yang canggih, USV dapat menghasilkan data batimetri yang sangat akurat. Keamanan pengoperasian USV lebih aman karena tidak melibatkan manusia secara langsung di area yang berbahaya. Fleksibilitas  USV dapat digunakan di berbagai kondisi perairan, baik di perairan dangkal maupun dalam.

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara sudah mengerjakan berbagai proyek dari tahun 2021 sampai sekarang, di tahun 2024 tercatat ada 20 proyek yang telah dikerjakan. Salah satu nya yaitu Survei pengukuran GCP

Project Name
Pengukuran GCP di Cihea, Cianjur
Client
BBWS Citarum
Category
Hidrografi,Reconstruction
Location
Cihea, Cianjur
Year
2024

Project Summery

Ground Control Point (GCP) adalah titik referensi fisik di permukaan bumi yang memiliki koordinat geospasial yang diketahui secara akurat. GCP sangat penting dalam proses pemetaan, terutama dalam pemetaan foto udara atau citra satelit. Dengan adanya GCP, akurasi hasil pemetaan dapat ditingkatkan secara signifikan.
Mengapa GCP Penting?  Georeferensi GCP digunakan untuk menyelaraskan citra satelit atau foto udara dengan posisi sebenarnya di permukaan bumi. Kalibrasi GCP membantu dalam kalibrasi sensor kamera dan sistem posisi global (GPS) yang digunakan dalam pengambilan data. Peningkatan Akurasi  Dengan adanya GCP, hasil pemetaan akan lebih akurat dan terpercaya.

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara sudah mengerjakan berbagai proyek dari tahun 2021 sampai sekarang, di tahun 2024 tercatat ada 20 proyek yang telah dikerjakan. Salah satu nya yaitu Survei Batimetri di Sungai Wulan, Jawa Tengah

Project Name
Survei Batimetri di Sungai Wulan
Client
Surya Mataram Sakti - Adhikarya, KSO
Category
Construction,Hidrografi,Mechanical,Reconstruction
Location
Jawa Tengah
Year
2024

Project Summery

Survei Batimetri adalah proses pengukuran kedalaman suatu badan air, termasuk sungai, danau, atau laut. Data yang diperoleh dari survei batimetri kemudian digunakan untuk membuat peta batimetri, yang merupakan representasi grafis dari topografi dasar air.

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara sudah mengerjakan berbagai proyek dari tahun 2021 sampai sekarang, di tahun 2023 tercatat ada 15 proyek yang telah dikerjakan. Survei servis pemetaan salah satu nya yaitu QC Kanal disaluran irigasi perkebunan sawit milik PT. Sinarmas.

Project Name
Implementasi Proyek QC Kanal dengan USV
Client
PT. Sinarmas
Category
Construction,Hidrografi,Mechanical,Reconstruction
Location
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan
Year
2023

Project Summery

Quality Control (QC) pada kanal perkebunan sawit merupakan langkah penting untuk memastikan sistem irigasi berfungsi optimal dan mendukung produktivitas perkebunan. Kanal yang terawat baik akan menjamin distribusi air yang merata ke seluruh tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman sawit menjadi maksimal. 
Unmanned Surface Vehicle (USV) atau Kendaraan Permukaan Tanpa Awak telah menjadi alat yang semakin populer dalam berbagai industri, termasuk perkebunan sawit. Penggunaan USV untuk QC kanal sawit merupakan langkah maju dalam pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi ini, perusahaan perkebunan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keamanan dalam pengelolaan sistem irigasi.