Category: Blog

Berapa Biaya Static Scanner dan Mobile Scanner Untuk Ground LiDAR, ini Estimasi Terbaru 2026

kartabhumi – Hai Sahabat Bhumi! Sebelum kita bahas harga-harga, coba tebak? Jaman sekarang tuh udah beda banget. Banyak project manager junior yang masih ngeyel pakai static scanner mulu karena katanya lebih akurat. Hasilnya, mereka kewalahan dikejar deadline as-built karena lapangan seluas 10.000 m² cuma bisa kelar 2-3 hari sendirian sambil nunggu tripod muter pelan-pelan . […]

Cara Menentukan Volume Galian Tambang Menggunakan Lidar, Lebih Efektif dan Hemat

kartabhumi – Halo, sahabat bhumi! Pasti tau kan ribetnya ngitung volume galian tambang pake cara konvensional. Nge-stockpile pake total station atau RTK, tim survei harus nimbrung langsung di medan licin dan terjal, apalagi pas hujan atau area rawan longsor. Belum lagi kalau hujan deras atau kabut tebal di kalimantan, kerjaan molor berminggu-minggu, biaya membengkak. Di […]

Cara Menghitung Stockpile Lahan Menggunakan Lidar, Cara Efektif dan Paling Hemat

karthabhumi – Hai, sahabat bhumi pasti udah gak asing sama momen paling nyesek nge-stockpile tanah atau material di lahan, tiba-tiba klien minta volume aktual. Daripada mondar-mandir bawa tongkat ukur kayak jaman batu mending ngomongin LiDAR. Di proyek jalan tol minggu lalu, tim surveyor konvensional adu argumen soal volume tanah timbunan, selisih hitungan sampai 300 truk […]

Cara Kalkulasi Biaya Mapping Lidar Per hektar, Ini Caranya

kartabhumi – Pernah ngerasa pusing ditanyain bos, “Berapa duit buat LiDAR-an lahan 100 hektar?” . Tenang, sahabat bhumi gak sendirian. Berdasarkan pengalaman tim  PT. Karta Bhumi Nusantara ngurusin proyek dari tambang sampe perkebunan, kalkulasi biaya ini sebenernya ada pola mainnya. Kami udah ngerekap dari berbagai sumber terpercaya buat ngebongkar gimana sih rumus hitung-hitungan biaya mapping LiDAR […]

Penggunaan SBES untuk Survei Batimetri Area Perairan

Single Beam Echo Sounder (SBES) merupakan teknologi survei batimetri yang memanfaatkan pantulan gelombang suara untuk mengukur kedalaman secara vertikal dengan cepat dan akurat. Alat ini bersifat sederhana, ekonomis, dan sangat efektif digunakan pada perairan dangkal seperti sungai, kanal, dan rawa.

Meskipun hanya menghasilkan data pada satu jalur lintasan, SBES tetap menjadi instrumen penting karena hasil pengukurannya dapat dikoreksi terhadap pasang surut dan diintegrasikan dengan GPS/RTK, sehingga menghasilkan data kedalaman yang konsisten dan andal untuk mendukung kebutuhan navigasi, pemetaan, serta perencanaan infrastruktur perairan.

Konsep Pengamatan Pasang Surut

Pengukuran kedalaman laut menggunakan Single Beam Echo Sounder (SBES) atau instrumen akustik lainnya harus selalu dikoreksi terhadap pasang surut, karena muka air laut terus berubah sepanjang waktu. Dengan membaca tinggi muka air (R), membandingkannya terhadap Mean Sea Level (MSL), dan kemudian merujuk pada Chart Datum (AEA) sebagai satu referensi tunggal, seluruh data kedalaman dapat distandarkan.

Koreksi ini memastikan bahwa hasil survei batimetri menjadi akurat, konsisten, dan aman untuk digunakan dalam keperluan navigasi, pemetaan, serta perencanaan infrastruktur kelautan.