Archives: Projects

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan pekerjaan survei topografi Mutual Check 0% (MC-0) pada Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi Kewenangan Daerah di Provinsi Banten Paket I, yang berlokasi di Kabupaten Serang, Banten.

Pekerjaan ini mencakup pemetaan jaringan irigasi sepanjang ±28,947 kilometer dengan menggunakan teknologi UAV LiDAR, UAV fotogrametri, dan GNSS geodetik untuk memperoleh informasi kondisi eksisting saluran irigasi sebelum pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi.

Project Name
Survei Topografi MC-0 Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Serang, Banten Menggunakan UAV LiDAR
Client
Waskita
Category
Aerial Mapping,Planning
Location
Banten
Year
2026

Project Summery

Latar Belakang Proyek

Jaringan irigasi merupakan salah satu infrastruktur penting dalam mendukung distribusi air bagi kegiatan pertanian. Kondisi saluran irigasi yang mengalami perubahan dimensi, elevasi, maupun geometri perlu diidentifikasi secara tepat sebelum pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi. Dalam proyek rehabilitasi jaringan irigasi, tahapan Mutual Check 0% (MC-0) dilakukan untuk memeriksa dan mendokumentasikan kondisi awal pekerjaan sebagai dasar kesesuaian antara perencanaan dan kondisi aktual di lapangan. Pengukuran topografi diperlukan untuk memperoleh informasi posisi, elevasi, dimensi, serta bentuk geometrik saluran. Data tersebut menjadi dasar penyusunan profil memanjang (long section), profil melintang (cross section), dan perhitungan volume awal pekerjaan. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT Karta Bhumi Nusantara menerapkan teknologi UAV LiDAR dan GNSS geodetik dalam pelaksanaan survei topografi jaringan irigasi di Kabupaten Serang, Banten.

Lokasi dan Ruang Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan survei dilaksanakan pada jaringan irigasi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dengan total panjang saluran yang dipetakan mencapai ±28,947 kilometer. 

Lokasi pekerjaan mencakup lima daerah irigasi, yaitu:

  • Daerah Irigasi Cibanten

  • Daerah Irigasi Ciwaka Bawah

  • Daerah Irigasi Cikalumpang

  • Daerah Irigasi Kali Karad

  • Daerah Irigasi Cisait

Ruang lingkup pekerjaan meliputi survei pendahuluan, pengukuran titik kontrol Bench Mark (BM) dan Control Point (CP), akuisisi data UAV LiDAR dan fotogrametri, serta pengolahan data untuk menghasilkan peta situasi, model elevasi, dan penampang saluran irigasi.

Pelaksanaan survei difokuskan pada penyediaan data kondisi eksisting sebagai acuan teknis pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi.

Cuplikan layar 2026-10-26 172241
Lokasi Pekerjaan MC0 Banten

Teknologi dan Metode Survei

1. Pengukuran GNSS Geodetik

Pengukuran titik kontrol dilakukan menggunakan GNSS CHC iBase dan CHC i76 dengan metode pengamatan statik diferensial.

Pengamatan dilakukan terhadap titik BM dan CP yang direferensikan ke stasiun CORS CRKS dan CGON sebagai dasar pengendalian posisi horizontal dan vertikal.

Hasil pengukuran digunakan sebagai titik referensi dalam proses pemetaan UAV LiDAR dan pengolahan data topografi agar seluruh hasil pekerjaan memiliki sistem koordinat yang konsisten.

2. Survei UAV LiDAR dan Fotogrametri

Akuisisi data topografi dilaksanakan menggunakan DJI Matrice 350 yang dilengkapi sensor DJI Zenmuse L2.

Teknologi UAV LiDAR digunakan untuk merekam informasi elevasi permukaan tanah melalui data 3D point cloud, termasuk pada area saluran irigasi yang memiliki vegetasi di sekitarnya.

Sementara itu, UAV fotogrametri digunakan untuk menghasilkan citra udara yang dapat dimanfaatkan dalam identifikasi kondisi eksisting, jaringan saluran, bangunan irigasi, dan penggunaan lahan di sekitar lokasi pekerjaan.

Penerbangan dilakukan menggunakan perencanaan jalur terbang dengan sistem Post-Processing Kinematic (PPK) untuk mendukung ketelitian posisi hasil akuisisi.

3. Pengolahan Data Topografi

Data hasil pengamatan GNSS diproses menggunakan CHC Geomatics Office untuk memperoleh koordinat titik kontrol yang telah terkoreksi.

Selanjutnya, data UAV LiDAR dan fotogrametri diolah menggunakan DJI Terra melalui proses koreksi posisi, klasifikasi point cloud, serta pemisahan titik ground dan non-ground.

Hasil pengolahan digunakan untuk menyusun Digital Terrain Model (DTM) dan ortofoto. Data tersebut kemudian diolah dan divisualisasikan menggunakan Global Mapper dan AutoCAD sesuai kebutuhan penggambaran teknis saluran irigasi.

4. Penyusunan Profil Saluran Irigasi

Data topografi hasil pengukuran digunakan untuk menyusun profil memanjang (long section) dan profil melintang (cross section) saluran irigasi.

Long section menggambarkan perubahan elevasi sepanjang trase saluran, sedangkan cross section menampilkan kondisi geometrik penampang, termasuk elevasi tanggul, dasar saluran, dan bentuk saluran pada setiap titik pengamatan.

Penyusunan penampang dilakukan dengan interval setiap 50 meter untuk mendukung verifikasi kondisi eksisting dan kebutuhan analisis pekerjaan rehabilitasi.

Jalur Pemeruman Survei Batimetri
Jalur Pemeruman Survei Batimetri

Hasil dan Produk Akhir Survei

Pekerjaan survei topografi MC-0 menghasilkan informasi geospasial yang menggambarkan kondisi awal jaringan irigasi pada lima daerah irigasi di Kabupaten Serang, Banten.

Produk utama yang dihasilkan meliputi:

  1. Raw Data Survei: Data hasil pengamatan GNSS serta akuisisi UAV LiDAR dan fotogrametri sebagai dasar pengolahan.

  2. Buku Deskripsi BM dan CP: Informasi koordinat dan dokumentasi titik kontrol yang digunakan selama pekerjaan survei.

  3. Peta Detail Situasi dan Kontur: Peta topografi skala 1:1.000 dengan interval kontur 1 meter.

  4. Digital Terrain Model (DTM): Model elevasi digital yang menggambarkan kondisi permukaan tanah pada koridor jaringan irigasi.

  5. Long Section: Profil memanjang saluran irigasi dengan skala horizontal dan vertikal 1:100.

  6. Cross Section: Profil melintang saluran irigasi setiap 50 meter dengan skala horizontal dan vertikal 1:100.

  7. Laporan Akhir Survei: Dokumentasi teknis mengenai metode pelaksanaan, pengolahan data, dan hasil pengukuran MC-0.

Selain produk tersebut, pengolahan UAV fotogrametri menghasilkan ortofoto dengan Ground Sampling Distance (GSD) sebesar 5 cm/piksel, yang digunakan untuk mendukung identifikasi kondisi eksisting jaringan irigasi.

Manfaat Data Survei bagi Pengelolaan Situ

Pelaksanaan survei topografi MC-0 menyediakan data awal yang diperlukan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi.

Informasi elevasi, dimensi saluran, serta profil memanjang dan melintang dapat digunakan untuk membandingkan kondisi aktual di lapangan dengan dokumen perencanaan.

Data hasil survei juga mendukung proses identifikasi kebutuhan penyesuaian desain, perhitungan volume awal pekerjaan, serta penyusunan dokumen teknis yang menjadi acuan pelaksanaan konstruksi.

Konsultasikan kebutuhan survei dan pemetaan bersama PT Karta Bhumi Nusantara.

Dokumentasi Team
Dokumentasi Team
Pengukuran UAV LiDAR

Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut:

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan pekerjaan survei topografi dan batimetri sempadan Situ Cibanteng di Bogor, Jawa Barat, dengan mengintegrasikan teknologi UAV LiDAR, UAV fotogrametri, GNSS geodetik, dan Unmanned Surface Vehicle (USV) untuk memperoleh informasi geospasial kondisi daratan serta dasar perairan.

Pekerjaan ini mencakup akuisisi data UAV LiDAR dan fotogrametri seluas 17,8 hektare untuk mendukung pemetaan kondisi eksisting Situ Cibanteng dan kawasan sekitarnya.

Project Name
Survei Topografi dan Batimetri Sempadan Situ Cibanteng di Bogor Menggunakan UAV LiDAR dan USV
Client
BBWS Ciliwung Cisadane
Category
Aerial Mapping,Hidrografi
Location
Bogor, Jawa Barat
Year
2026

Project Summery

Latar Belakang Proyek

Situ merupakan bagian penting dari sistem tata air yang berfungsi sebagai kawasan tampungan air, pengendali limpasan, area resapan, dan ruang terbuka yang memiliki nilai ekologis maupun sosial. Kawasan sempadan situ juga berperan dalam menjaga kestabilan tepi perairan, mengurangi risiko sedimentasi, mempertahankan fungsi lingkungan, serta mendukung pengendalian pemanfaatan ruang di sekitar badan air.Untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan Situ Cibanteng, diperlukan informasi spasial yang mampu menggambarkan kondisi eksisting kawasan secara menyeluruh, mulai dari elevasi permukaan tanah, karakteristik sempadan, hingga konfigurasi dasar perairan. Oleh karena itu, PT Karta Bhumi Nusantara menerapkan pendekatan survei terintegrasi untuk menghasilkan data topografi dan batimetri yang terukur serta sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.

Lokasi dan Ruang Lingkup Pekerjaan

Lokasi survei berada di kawasan Situ Cibanteng, Bogor, Jawa Barat. Berdasarkan identifikasi lokasi dalam laporan, luas badan air situ tercatat sekitar 5,25 hektare, sedangkan kawasan sempadannya sekitar 8,65 hektare.

Ruang lingkup pekerjaan mencakup survei pendahuluan, pemasangan dan pengukuran titik kontrol Bench Mark (BM) dan Control Point (CP), akuisisi data UAV LiDAR dan fotogrametri, survei batimetri menggunakan USV, serta pengolahan data geospasial.

Seluruh kegiatan dilakukan untuk memperoleh informasi kondisi topografi sempadan dan dasar perairan yang dapat digunakan sebagai referensi teknis dalam kegiatan perencanaan kawasan.

Cuplikan layar 2026-10-26 164249
Lokasi Pekerjaan Situ Cibanteng

Teknologi dan Metode Survei

1. Pengukuran GNSS Geodetik

Pengukuran titik kontrol dilakukan menggunakan receiver GNSS CHC iBase dan CHC i76 melalui metode pengamatan statik diferensial.

Titik BM dan CP direferensikan terhadap stasiun CORS CBTU dan BAK1 untuk membangun sistem kontrol posisi yang konsisten pada seluruh data hasil pemetaan.

2. Survei UAV LiDAR dan Fotogrametri

Pemetaan udara dilakukan menggunakan DJI Matrice 350 yang dilengkapi sensor DJI Zenmuse L2.

Teknologi UAV LiDAR digunakan untuk memperoleh data point cloud tiga dimensi dan informasi elevasi permukaan tanah, termasuk area yang tertutup vegetasi. Sementara itu, fotogrametri menghasilkan ortofoto resolusi tinggi untuk mengidentifikasi kondisi penggunaan lahan dan objek di sekitar situ.

Akuisisi data dilakukan dengan perencanaan jalur terbang serta penerapan metode Post-Processing Kinematic (PPK) untuk mendukung kualitas penentuan posisi.

3. Survei Batimetri Menggunakan USV

Pengukuran kondisi dasar perairan dilakukan menggunakan USV Karta Boat yang dilengkapi sensor Single Beam Echo Sounder (SBES).

USV melakukan pemeruman mengikuti jalur pengukuran yang direncanakan untuk memperoleh data kedalaman dan posisi secara berkesinambungan.

Data kedalaman kemudian dikoreksi terhadap parameter pengukuran dan referensi elevasi yang digunakan sehingga dapat diintegrasikan dengan hasil survei topografi daratan.

4. Pengolahan dan Integrasi Data Geospasial

Data GNSS diolah menggunakan CHC Geomatics Office, sedangkan data UAV LiDAR dan fotogrametri diproses menggunakan DJI Terra.

Tahapan pengolahan mencakup koreksi posisi, klasifikasi point cloud, pemisahan titik ground dan non-ground, serta penyusunan Digital Terrain Model (DTM) dan ortofoto.

Selanjutnya, data topografi dan batimetri diolah serta divisualisasikan menggunakan perangkat lunak pemetaan untuk menghasilkan peta kontur dan penampang situ.

Jalur Pemeruman Survei Batimetri
Jalur Pemeruman Survei Batimetri

Hasil dan Produk Akhir Survei

Pekerjaan survei topografi dan batimetri Situ Cibanteng menghasilkan informasi geospasial yang menggambarkan karakteristik permukaan tanah dan kondisi dasar perairan.

Produk utama yang dihasilkan meliputi:

  1. Peta Situasi dan Kontur: Peta skala 1:2.000 dengan interval kontur 1 meter untuk menggambarkan variasi elevasi kawasan.

  2. Ortofoto Resolusi Tinggi: Citra udara terkoreksi geometris dengan Ground Sampling Distance (GSD) sebesar 5 cm/piksel.

  3. Digital Terrain Model (DTM): Model elevasi yang digunakan sebagai dasar pengolahan topografi dan pembuatan kontur.

  4. Long Section dan Cross Section: Profil memanjang dan melintang dengan interval penampang setiap 50 meter untuk memberikan informasi perubahan elevasi dan geometri kawasan.

  5. Buku Deskripsi BM dan CP: Dokumentasi titik kontrol yang memuat koordinat, foto, sketsa, dan informasi lokasi.

  6. Laporan Survei: Dokumentasi teknis pelaksanaan, pengolahan, dan hasil pekerjaan.

Manfaat Data Survei bagi Pengelolaan Situ

Integrasi data topografi dan batimetri menyediakan informasi mengenai kondisi eksisting badan air dan kawasan sempadan secara lebih menyeluruh.

Peta kontur dan DTM dapat dimanfaatkan untuk memahami variasi elevasi, kondisi lereng, serta bentuk permukaan tanah di sekitar situ. Sementara itu, data batimetri memberikan informasi mengenai konfigurasi dasar perairan yang dapat mendukung kajian kapasitas tampungan dan kondisi sedimentasi.

Konsultasikan kebutuhan survei dan pemetaan bersama PT Karta Bhumi Nusantara.

Pengukuran GNSS
USV Boat Karta Bhumi
Pengukuran UAV LiDAR

Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut:

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan pekerjaan survei batimetri Curug Bayawak di Bogor, Jawa Barat, menggunakan teknologi Unmanned Surface Vehicle (USV) yang terintegrasi dengan Single Beam Echo Sounder (SBES) dan sistem GNSS geodetik. Pekerjaan ini bertujuan memperoleh informasi kedalaman, elevasi, dan bentuk dasar perairan secara terukur untuk mendukung kebutuhan pemetaan, perencanaan teknis, serta pengelolaan kawasan badan air.

Project Name
Survei Batimetri Curug Bayawak di Bogor Menggunakan USV Boat
Client
Tigenco
Category
Hidrografi,Planning
Location
Bogor, Jawa Barat
Year
2026

Project Summery

Latar Belakang Proyek

Data batimetri memiliki peran penting dalam memahami karakteristik dan kondisi dasar suatu perairan. Informasi mengenai kedalaman, perubahan elevasi, serta konfigurasi dasar perairan diperlukan sebagai dasar untuk berbagai kajian teknis, termasuk analisis sedimentasi, evaluasi kapasitas tampungan, dan perencanaan pengelolaan badan air. Survei batimetri di Curug Bayawak dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi dasar perairan berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan. Penggunaan teknologi USV memungkinkan proses pengukuran dilakukan secara sistematis melalui jalur pemeruman yang direncanakan, sekaligus mengurangi kebutuhan personel untuk melakukan pengukuran langsung di atas perairan.

Lokasi dan Ruang Lingkup Pekerjaan

Lokasi pekerjaan berada di kawasan Curug Bayawak, Bogor, Jawa Barat. Survei difokuskan pada pemetaan dasar badan air untuk memperoleh informasi posisi horizontal dan elevasi dasar perairan. 

Ruang lingkup pekerjaan mencakup survei pendahuluan, pengukuran titik referensi menggunakan GNSS geodetik, akuisisi data kedalaman menggunakan USV, pengolahan data batimetri, serta penyusunan DTM dan peta kontur.

Cuplikan layar 2026-10-26 161311
Lokasi Pekerjaan di Curug Bayawak

Teknologi dan Metode Survei

1. Pengukuran GNSS Geodetik

Pengukuran GNSS dilakukan menggunakan receiver CHC iBase dan CHC i76 untuk mendukung penentuan posisi dan pengikatan data batimetri terhadap titik referensi pengukuran.

Pengukuran titik Bench Mark (BM) eksisting dilakukan menggunakan metode GNSS statik diferensial agar data hasil survei memiliki referensi posisi yang konsisten.

2. Survei Batimetri Menggunakan USV

Akuisisi kedalaman dilaksanakan menggunakan USV Karta Boat yang dilengkapi sensor Single Beam Echo Sounder (SBES) Garmin.

Wahana USV melakukan pemeruman mengikuti jalur pengukuran yang telah direncanakan. Sensor SBES merekam kedalaman berdasarkan pantulan gelombang akustik dari dasar perairan, sementara sistem GNSS menyediakan informasi posisi setiap titik pengukuran.

Sebelum akuisisi data, dilakukan pemeriksaan dan kalibrasi sensor melalui metode bar-check untuk mendukung kualitas pengukuran kedalaman.

3. Pengolahan Data Batimetri

Data hasil pemeruman diproses melalui sinkronisasi waktu, koreksi posisi GNSS menggunakan metode Post-Processing Kinematic (PPK), serta koreksi kedalaman berdasarkan posisi transduser dan referensi elevasi muka air.

Selanjutnya, data dibersihkan dari anomali pengukuran dan diolah untuk menghasilkan model elevasi dasar perairan. Hasil tersebut menjadi dasar penyusunan DTM dan peta kontur.

Hasil dan Produk Akhir Survei

Berdasarkan hasil pengolahan data pengukuran yang ditampilkan dalam laporan, kedalaman sampel perairan tercatat berkisar antara 1,32–4,18 meter, dengan elevasi dasar perairan hasil koreksi berkisar antara 193,79–196,65 meter.

Data tersebut digunakan untuk menyusun representasi topografi dasar perairan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan analisis dan perencanaan teknis.

Produk pekerjaan yang disusun meliputi:

  1. Digital Terrain Model (DTM): Model elevasi digital untuk menggambarkan bentuk dan variasi elevasi dasar perairan.

  2. Peta Situasi dan Kontur: Peta skala 1:5.000 dengan interval kontur 0,5 meter.

  3. Data Titik Batimetri: Informasi koordinat dan elevasi dasar perairan hasil pengukuran dan koreksi.

  4. Laporan Survei: Dokumentasi teknis metode pelaksanaan, pengolahan data, dan hasil pengukuran.

Manfaat Data Survei bagi Pengelolaan Sungai

Hasil survei batimetri Curug Bayawak menyediakan informasi spasial mengenai kondisi dasar perairan yang dapat digunakan sebagai referensi dalam pengelolaan kawasan badan air.

Ketersediaan DTM dan peta kontur memungkinkan bentuk dasar perairan divisualisasikan secara lebih jelas, sekaligus menyediakan data pendukung untuk kajian sedimentasi, evaluasi kondisi eksisting, perencanaan penataan kawasan, dan analisis kapasitas tampungan lebih lanjut.

Konsultasikan kebutuhan survei dan pemetaan bersama PT Karta Bhumi Nusantara.

Pengukuran GNSS
USV Boat Karta Bhumi
Pengukuran Batimetri

Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut:

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan pekerjaan survei topografi dan batimetri pada koridor Sungai Cipamokolan dan Sungai Cisangkuy di wilayah Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan menyediakan data geospasial yang menggambarkan kondisi eksisting sempadan, elevasi permukaan tanah, serta geometri dasar sungai sebagai dasar perencanaan dan pengelolaan kawasan sungai.

Project Name
Survei Topografi dan Batimetri Sempadan Sungai Cipamokolan dan Cisangkuy Jawa Barat
Client
BBWS Citarum
Category
Aerial Mapping,Hidrografi
Location
Bandung, Jawa Barat
Year
2026

Project Summery

Latar Belakang Proyek

Sungai Cipamokolan dan Sungai Cisangkuy merupakan bagian dari sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang memiliki peranan penting dalam pengaliran air di wilayah Bandung. Perubahan penggunaan lahan, perkembangan kawasan permukiman, sedimentasi, dan erosi tebing menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi kondisi morfologi serta kapasitas pengaliran sungai.Untuk mendukung perencanaan pengelolaan sungai yang tepat, diperlukan data topografi dan batimetri yang mampu menggambarkan kondisi daratan hingga dasar sungai secara terintegrasi.

Lokasi dan Cakupan Pekerjaan

Pelaksanaan survei mencakup dua koridor sungai di wilayah Bandung, Jawa Barat:

  • Sungai Cipamokolan: Koridor sepanjang ±20,2 km, dari wilayah Cimenyan hingga kawasan Tegalluar.

  • Sungai Cisangkuy: Koridor sepanjang ±55 km, mencakup aliran dari kawasan Pangalengan menuju wilayah hilir di Kabupaten Bandung.

Cakupan Pekerjaan Sungai Cipamokolan
Cakupan Pekerjaan Sungai Cisangkuy

Tim Profesional dan Peralatan Survei

Pelaksanaan pekerjaan ini melibatkan tim multidisiplin mulai dari Project Manager, Koordinator Lapangan, Geodetic Engineer, Surveyor, Asisten Surveyor, Pilot dan Co-Pilot UAV, Data Processor, hingga Drafter. Peralatan utama yang dikerahkan meliputi drone DJI Matrice 400 dengan sensor LiDAR DJI Zenmuse L3, dua unit GNSS geodetik CHC i76, satu unit CHC iBase sebagai base station, serta sonar SBES Garmin 585Plus + GT15 untuk pemeruman.

Teknologi dan Metode Survei

Pekerjaan dilaksanakan dengan menggabungkan beberapa teknologi survei untuk memperoleh informasi kondisi permukaan tanah dan dasar sungai.

1. GNSS Geodetik

Pengukuran menggunakan metode GNSS statik untuk menentukan koordinat Bench Mark (BM) dan Control Point (CP), dengan referensi CORS Lembang sebagai dasar pengendalian posisi data spasial.

2. UAV LiDAR dan Fotogrametri

Survei udara menggunakan DJI Matrice 400 dengan sensor DJI Zenmuse L3 untuk menghasilkan data point cloud, Digital Terrain Model (DTM), dan ortofoto.

Teknologi LiDAR membantu memperoleh informasi elevasi permukaan tanah, termasuk pada area dengan vegetasi bantaran sungai.

3. Survei Batimetri USV

Pengukuran kedalaman dilakukan menggunakan Unmanned Surface Vehicle (USV) yang terintegrasi dengan Single Beam Echo Sounder (SBES) dan sistem GNSS RTK.

Pada area perairan dangkal, pengukuran dilakukan menggunakan GNSS RTK untuk melengkapi informasi elevasi dasar sungai.

Seluruh data kemudian diolah dan diintegrasikan untuk menghasilkan model topografi dan batimetri yang dapat digunakan dalam analisis teknis.

Hasil dan Produk Akhir Survei

Pelaksanaan survei menghasilkan data geospasial yang menggambarkan kondisi sempadan dan geometri sungai. Produk pekerjaan meliputi:

  1. Peta Situasi dan Kontur: Skala 1:1.000 untuk Sungai Cipamokolan dan 1:2.000 untuk Sungai Cisangkuy, dengan interval kontur 1 meter.

  2. Ortofoto: Citra udara dengan resolusi spasial atau Ground Sampling Distance (GSD) 10 cm/piksel.

  3. Digital Terrain Model (DTM): Model elevasi permukaan tanah hasil pengolahan dan integrasi data survei.

  4. Long Section dan Cross Section: Profil memanjang dan melintang sungai dengan interval penampang setiap 50 meter.

  5. Dokumentasi dan Data Kontrol: Videografi drone, buku deskripsi koordinat BM dan CP, serta laporan hasil survei.

Manfaat Data Survei bagi Pengelolaan Sungai

Integrasi data topografi dan batimetri menyediakan informasi teknis untuk mendukung perencanaan dan evaluasi kawasan sungai, khususnya dalam memahami perubahan elevasi, bentuk penampang, dan kondisi eksisting koridor sungai.

Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dasar kajian penetapan sempadan sungai, perencanaan normalisasi, analisis morfologi, evaluasi kapasitas aliran, dan penyusunan langkah pengendalian banjir.

Konsultasikan kebutuhan survei dan pemetaan bersama PT Karta Bhumi Nusantara.

Pengukuran RTK
Pengukuran UAV LiDAR
Pengukuran Batimetri

Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut:

Project Details

Sungai memiliki peran vital dalam sistem pengelolaan sumber daya air, drainase, dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ketika pemerintah merencanakan program strategis nasional seperti cetak sawah, data kondisi eksisting lapangan yang akurat menjadi fondasi utama sebelum perencanaan teknis dapat dimulai. Inilah yang melatarbelakangi pekerjaan survei topografi dan batimetri Sungai Pampangan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yang dipercayakan kepada PT Karta Bhumi.

Project Name
Survei Topografi dan Batimetri Sungai Pampangan untuk Mendukung Program Cetak Sawah di OKI, Sumatera Selatan
Category
Aerial Mapping,Hidrografi

Project Summery

Latar Belakang Proyek

Survei ini dilaksanakan untuk memperoleh data spasial yang menggambarkan kondisi eksisting wilayah, baik pada area daratan maupun badan sungai. Data yang dikumpulkan mencakup bentuk permukaan tanah, elevasi, kedalaman dan bentuk dasar sungai, hingga objek-objek penting di sekitar area pengukuran. Kombinasi data topografi dan batimetri ini memungkinkan kondisi daratan dan badan sungai dipahami sebagai satu kesatuan informasi spasial.Dengan luas area kerja 17,8 hektare, tim PT Karta Bhumi merancang metode survei terintegrasi yang menggabungkan teknologi udara (UAV), pengukuran geodetik satelit, dan instrumen akustik bawah air agar seluruh kondisi lapangan dari permukaan tanah hingga dasar sungai dapat terekam secara presisi.

Tantangan Lapangan di Kawasan Rawa

Medan rawa seperti Sungai Pampangan menghadirkan tantangan tersendiri bagi tim survei: akses darat yang terbatas, genangan air musiman, tanah lunak yang tidak stabil untuk penempatan titik kontrol, serta vegetasi yang dapat mengganggu sinyal satelit GNSS. Kondisi inilah yang mendorong pemilihan kombinasi metode akuisisi data jarak jauh (UAV LiDAR dan fotogrametri) dengan verifikasi lapangan menggunakan GNSS dan perahu survei yang meminimalkan risiko keselamatan kerja sekaligus menjaga efisiensi waktu pelaksanaan.

LiDAR di tengah medan rawa Sungai Pampangan.

Tim Profesional dan Peralatan Survei

Pelaksanaan pekerjaan ini melibatkan tim multidisiplin mulai dari Project Manager, Koordinator Lapangan, Geodetic Engineer, Surveyor, Asisten Surveyor, Pilot dan Co-Pilot UAV, Data Processor, hingga Drafter. Peralatan utama yang dikerahkan meliputi drone DJI Matrice 400 dengan sensor LiDAR DJI Zenmuse L3, dua unit GNSS geodetik CHC i76, satu unit CHC iBase sebagai base station, serta sonar SBES Garmin 585Plus + GT15 untuk pemeruman.

Hasil dan Produk Akhir Survei

Rangkaian survei topografi dan batimetri Sungai Pampangan berhasil diselesaikan dengan hasil yang memenuhi spesifikasi teknis, menghasilkan produk-produk berikut:

1. Peta situasi dan kontur skala 1:5.000 dengan interval kontur 0,5 m

2. Ortofoto dengan resolusi (GSD) 5 cm

3. Long section dan cross section pada interval setiap 50 meter

4. Buku deskripsi koordinat BM dan CP lengkap dengan sketsa lokasi dan foto titik

5. Laporan survei yang mendokumentasikan seluruh rangkaian pekerjaan, dari persiapan hingga hasil akhir

Cuplikan hasil peta kontur area survei, diturunkan dari model elevasi digital hasil UAV LiDAR.
Profil melintang (cross section) tanggul sungai pada interval 50 meter, menampilkan elevasi dan bentuk penampang.

Manfaat Data Survei bagi Program Cetak Sawah

Data topografi dan batimetri yang presisi menjadi dasar penting bagi tahap perencanaan teknis lanjutan pada program cetak sawah, seperti perancangan tata letak lahan, sistem irigasi dan drainase, tata kelola air rawa, hingga estimasi volume pekerjaan tanah. Dengan model elevasi digital dan profil sungai yang akurat, instansi terkait dapat mengambil keputusan perencanaan yang lebih tepat dan efisien, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan desain di kawasan rawa yang secara alami dinamis.

Mengapa Memilih PT Karta Bhumi?

Proyek Sungai Pampangan menjadi salah satu bukti nyata kapabilitas PT Karta Bhumi dalam menangani pekerjaan survei dan pemetaan pada medan yang menantang mulai dari kawasan rawa, sungai, hingga area dengan vegetasi rapat. Dengan kombinasi teknologi UAV LiDAR, fotogrametri, GNSS geodetik, dan batimetri SBES, serta didukung tim profesional bersertifikasi, PT Karta Bhumi mampu menghasilkan data spasial yang akurat, efisien, dan sesuai standar teknis nasional (SNI) untuk mendukung proyek infrastruktur dan program strategis pemerintah maupun swasta.

Pengukuran GNSS
Pengukuran UAV LiDAR
Pengukuran Batimetri

Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut:

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan Survei Topografi MC-100 Irigasi Rentang LOS 01 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pekerjaan ini mencakup pengukuran saluran irigasi pada Daerah Irigasi Mecat, Ciluncat, Ranjeng, Tipar, Bangunan Barat, Cibereng, dan Plasah menggunakan GNSS, UAV LiDAR, UAV fotogrametri, serta pengukuran beda tinggi. Output yang dihasilkan meliputi ortofoto GSD 5 cm, peta chainage, long section, cross section, dan laporan survei.

Project Name
Survei Topografi Irigasi MC-100 di Indramayu
Category
Aerial Mapping,Planning

Project Summery

PT Karta Bhumi Nusantara telah melaksanakan pekerjaan Survei Topografi MC-100 Irigasi Rentang LOS 01 JOP 60% pada beberapa daerah irigasi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pekerjaan ini dilakukan untuk mendukung pengecekan hasil konstruksi saluran irigasi pada tahap MC-100 melalui pengukuran topografi, UAV LiDAR, UAV fotogrametri, GNSS, dan pengukuran beda tinggi. Data hasil survei digunakan sebagai dasar verifikasi kondisi akhir saluran, evaluasi kesesuaian pekerjaan, serta penyusunan output teknis seperti ortofoto, peta chainage, long section, dan cross section.

Tujuan Survei MC-100 Irigasi

Survei MC-100 dilakukan untuk memperoleh data akhir kondisi saluran irigasi setelah pekerjaan konstruksi dilaksanakan. Data ini berfungsi sebagai dasar pengecekan hasil pekerjaan, evaluasi teknis, dan dokumentasi akhir proyek.

Tujuan utama pekerjaan ini meliputi:

  • Mengecek kondisi akhir konstruksi saluran irigasi.
  • Menghasilkan ortofoto dengan resolusi GSD 5 cm.
  • Menyusun peta chainage saluran irigasi.
  • Membuat long section dan cross section setiap 50 meter.
  • Mendukung verifikasi teknis dan pengendalian mutu pekerjaan.

Manfaat Data Survei untuk Pekerjaan Irigasi​

Data hasil survei topografi MC-100 memiliki peran penting dalam proses verifikasi dan evaluasi pekerjaan saluran irigasi. Melalui data ortofoto, point cloud, chainage, long section, dan cross section, kondisi akhir saluran dapat terdokumentasi secara objektif dan terukur.

Data ini juga membantu proses pemeriksaan elevasi, bentuk saluran, posisi bangunan irigasi, serta kesesuaian kondisi lapangan terhadap desain atau acuan teknis yang digunakan.

Metode Survei yang digunakan

Pekerjaan ini dilakukan dengan integrasi beberapa metode survei agar data yang dihasilkan lebih lengkap dan akurat.

Metode

Fungsi

GNSS Geodetik Statik

Pengukuran titik kontrol BM dan CP

UAV LiDAR

Akuisisi data point cloud dan model elevasi

UAV Fotogrametri

Pembuatan ortofoto resolusi tinggi

Waterpass / Automatic Level

Pengukuran beda tinggi untuk long section dan cross section

Penggambaran Irigasi

Penyusunan peta chainage, profil memanjang, dan profil melintang

Peralatan yang digunakan

Alat

DJI Matrice 400

DJI Zenmuse L3

CHC iBase

CHC i76

Alfa Geo AGL-32

Output hasil pekerjaan

Produk akhir dari pekerjaan Survei Topografi MC-100 Irigasi Indramayu meliputi:

Output

Keterangan

Raw Data Foto Udara

Data dokumentasi dan pengolahan foto udara

Ortofoto

Resolusi GSD 5 cm/pixel

Peta Chainage

Menampilkan trase saluran, HM, bangunan irigasi, dan informasi posisi

CHC i76

Pengukuran beda tinggi untuk long section dan cross section

Laporan Survei

Dokumentasi teknis metode, hasil, dan analisis pekerjaan

Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut:

Video profil ini dapat memberikan gambaran mengenai layanan survei dan pemetaan yang kami kerjakan, termasuk UAV LiDAR, UAV Fotogrametri, survei topografi, GNSS, batimetri, GIS, WebGIS, serta pengolahan data spasial.

pembuatan BM
Pengukuran Fotogrametri
Drone DJI

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan survei topografi sempadan situ di Depok, Jawa Barat, meliputi Situ Pengasinan, Situ Rawa Besar, Situ Sela, dan Situ Sidomukti menggunakan UAV LiDAR, UAV fotogrametri, GNSS, dan USV batimetri.

Project Name
Jasa Survei Topografi Sempadan Situ di Depok, Jawa Barat
Category
Aerial Mapping,Hidrografi

Project Summery

PT Karta Bhumi Nusantara telah melaksanakan pekerjaan Jasa Survei Topografi Sempadan Situ di wilayah Depok, Jawa Barat, yang mencakup empat lokasi, yaitu Situ Pengasinan, Situ Rawa Besar, Situ Sela, dan Situ Sidomukti. Pekerjaan ini dilakukan untuk memperoleh data topografi dan batimetri yang akurat sebagai dasar perencanaan, pengelolaan, dan monitoring kawasan sempadan situ. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk analisis kondisi eksisting, pembuatan peta kontur, peta batimetri, ortofoto, serta profil penampang memanjang dan melintang.

Manfaat Survei Topografi Sempadan Situ

Data hasil survei topografi dan batimetri memiliki peran penting dalam pengelolaan kawasan situ, antara lain untuk:

  • Mengetahui kondisi eksisting sempadan dan badan air.
  • Mendukung perencanaan pengelolaan kawasan situ.
  • Mengidentifikasi kontur, elevasi, dan profil permukaan.
  • Menyediakan data kedalaman perairan melalui survei batimetri.
  • Mendukung analisis sedimentasi, drainase, dan kapasitas tampungan.
  • Menjadi dasar teknis dalam penyusunan peta dan dokumen perencanaan.

Ringkasan Pekerjaan

Kegiatan SID Cetak Sawah Rakyat ini mencakup tiga wilayah utama di Provinsi Maluku Utara, yaitu:

Lokasi

Area Akuisisi

Situ Pengasinan

±17,8 ha

Situ Rawa Besar

±30 ha

Situ Sela

±10,5 ha

Situ Sidomukti

±16,1 ha

Total Area

±74,4 ha

Metode Survei

Pekerjaan survei dilakukan dengan mengintegrasikan beberapa metode pengukuran, yaitu:

  • UAV LiDAR untuk memperoleh data point cloud dan model elevasi.
  • UAV Fotogrametri untuk menghasilkan ortofoto resolusi tinggi.
  • GNSS Geodetik metode statik untuk pengukuran BM dan CP.
  • GNSS RTK untuk pengambilan titik sampling.
  • USV Batimetri untuk pemetaan kedalaman area perairan situ.

Integrasi metode tersebut digunakan agar data yang dihasilkan mampu merepresentasikan kondisi sempadan dan badan air situ secara lebih lengkap, baik dari aspek topografi daratan maupun kedalaman perairan.

Orthophoto

Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut:

Video profil ini dapat memberikan gambaran mengenai layanan survei dan pemetaan yang kami kerjakan, termasuk UAV LiDAR, UAV Fotogrametri, survei topografi, GNSS, batimetri, GIS, WebGIS, serta pengolahan data spasial.

Pengukuran BM
Drone DJI Matrice 400
Pengukuran LiDAR

Project Details

Kegiatan Survei Investigasi dan Desain (SID) Cetak Sawah Rakyat 2026 di Maluku Utara mencakup pemetaan geospasial, investigasi lahan, analisis hidrologi, penyusunan desain teknis sawah, serta rekomendasi pengembangan lahan pertanian seluas ±7.000 hektare di Gane Timur, Kao Barat, dan Wasile.

Project Name
Survei Investigasi dan Desain Cetak Sawah Rakyat 2026 di Maluku Utara
Category
Aerial Mapping,Planning

Project Summery

Kegiatan Survei Investigasi dan Desain (SID) Cetak Sawah Rakyat 2026 di Maluku Utara dilaksanakan untuk mendukung program ekstensifikasi lahan pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional. Pekerjaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelayakan lahan, kondisi topografi, potensi sumber air, aspek sosial ekonomi, serta kebutuhan desain teknis untuk pengembangan lahan sawah baru.

Ruang Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan SID Cetak Sawah meliputi beberapa tahapan, mulai dari persiapan, survei lapangan, investigasi teknis, analisis data, hingga penyusunan rekomendasi.

Tahapan pekerjaan mencakup:

  1. Penyiapan peta kerja dan data pendukung.
  2. Survei pemetaan situasi calon lokasi cetak sawah.
  3. Investigasi kesesuaian lahan dan kondisi tanah.
  4. Survei potensi sumber air dan kebutuhan irigasi.
  5. Analisis sosial ekonomi calon petani dan calon lokasi.
  6. Penyusunan desain teknis cetak sawah.
  7. Penyusunan RAB dan rekomendasi implementasi fisik.
DTM SID Cetak Sawah

Lokasi Pekerjaan

Kegiatan SID Cetak Sawah Rakyat ini mencakup tiga wilayah utama di Provinsi Maluku Utara, yaitu:

Lokasi

Kabupaten

Luas Area

Gane Timur

Halmahera Selatan

±2.000 Ha

Kao Barat

Halmahera Utara

 ±3.000 Ha

Wasile dan Wasile Timur

 Halmahera Timur

±2.000 Ha

Tujuan Kegiatan SID Cetak Sawah

Survei Investigasi dan Desain dilakukan sebagai dasar teknis dalam menentukan kelayakan lokasi cetak sawah. Beberapa tujuan utama kegiatan ini meliputi:

  • Menentukan kelayakan lokasi cetak sawah melalui survei dan overlay data.
  • Mengidentifikasi kondisi lahan, topografi, sumber air, dan aspek lingkungan.
  • Menyusun desain pengembangan lahan pertanian.
  • Menghitung estimasi kebutuhan biaya atau Rencana Anggaran Biaya (RAB).
  • Menyediakan data spasial sebagai dasar perencanaan teknis.

Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut:

Video profil ini dapat memberikan gambaran mengenai layanan survei dan pemetaan yang kami kerjakan, termasuk UAV LiDAR, UAV Fotogrametri, survei topografi, GNSS, batimetri, GIS, WebGIS, serta pengolahan data spasial.

pembuatan BM
Pengukuran Fotogrametri
Drone DJI

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan Survei UAV LiDAR dan UAV Fotogrametri TPA Kopiluhur Kabupaten Cirebon seluas ±27,9 hektare untuk menghasilkan ortofoto, point cloud, DTM, peta kontur, serta data BM dan CP.

Project Name
Survei UAV LiDAR dan UAV Fotogrametri TPA Kopiluhur Cirebon
Category
Aerial Mapping

Project Summery

PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan pekerjaan Survei UAV LiDAR dan UAV Fotogrametri TPA Kopiluhur yang berlokasi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pekerjaan ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan data spasial yang akurat, detail, dan terbaru sebagai dasar evaluasi kondisi eksisting, perencanaan pengembangan, pengendalian operasional, serta monitoring perubahan bentuk lahan pada area TPA.Dengan menggunakan teknologi UAV LiDAR, UAV Fotogrametri, dan GNSS Geodetik, pekerjaan ini menghasilkan data pemetaan yang dapat digunakan untuk kebutuhan analisis topografi, pembuatan peta situasi, model permukaan tanah, serta dokumentasi teknis proyek.

Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Kopiluhur merupakan salah satu infrastruktur penting dalam sistem pengelolaan persampahan di wilayah Cirebon. Seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan perkembangan kawasan, kebutuhan terhadap data spasial yang akurat menjadi semakin penting untuk mendukung proses evaluasi, perencanaan, pengendalian, serta pemantauan kondisi area TPA.

Data topografi yang detail dibutuhkan untuk mengetahui kondisi eksisting permukaan lahan, bentuk terrain, objek di sekitar area, serta perubahan elevasi yang dapat memengaruhi proses perencanaan dan pengelolaan kawasan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PT Karta Bhumi Nusantara menggunakan metode UAV LiDAR dan UAV Fotogrametri. Teknologi UAV LiDAR mampu menghasilkan data 3D point cloud dengan detail tinggi, termasuk pada area dengan kondisi permukaan kompleks atau sebagian tertutup vegetasi. Sementara itu, UAV Fotogrametri menghasilkan ortofoto resolusi tinggi yang dapat digunakan untuk interpretasi visual, identifikasi objek, serta pembuatan peta situasi.

Hasil dan Output Pekerjaan

Pekerjaan Survei UAV LiDAR dan UAV Fotogrametri TPA Kopiluhur menghasilkan beberapa output utama sebagai berikut:

Output

Keterangan

Manfaat

Ortofoto GSD 5 cm/pixel

Foto udara terkoreksi geometrik

Interpretasi visual, identifikasi objek, dan digitasi peta

3D Point Cloud

Data titik tiga dimensi hasil akuisisi LiDAR

Analisis permukaan, klasifikasi ground dan non-ground

Digital Terrain Model

Model elevasi permukaan tanah

Analisis topografi, drainase, dan perencanaan lahan

Peta Situasi Kontur Skala 1:1000

Peta planimetris dan kontur

Dasar perencanaan teknis dan evaluasi area

Buku Deskripsi BM dan CP

Informasi titik kontrol, koordinat, foto, dan sketsa lokasi

Referensi pengukuran lanjutan

Laporan Survei

Dokumentasi Teknis

Arsip pekerjaan dan dasar evaluasi

Manfaat Survei UAV LiDAR untuk Area TPA

Penggunaan UAV LiDAR pada area TPA memberikan beberapa manfaat penting, terutama untuk area dengan kondisi permukaan yang kompleks, perubahan bentuk lahan, serta kebutuhan pemetaan yang detail.

Beberapa manfaat utama antara lain:

  • Menghasilkan data topografi dengan detail tinggi.
  • Mempercepat proses akuisisi data dibandingkan metode konvensional.
  • Meminimalkan risiko pekerjaan pada area yang sulit dijangkau.
  • Mampu menghasilkan data DTM untuk analisis permukaan tanah.
  • Mendukung monitoring perubahan bentuk lahan secara berkala.
  • Menyediakan data teknis untuk evaluasi dan perencanaan pengembangan kawasan.

Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut:

Video profil ini dapat memberikan gambaran mengenai layanan survei dan pemetaan yang kami kerjakan, termasuk UAV LiDAR, UAV Fotogrametri, survei topografi, GNSS, batimetri, GIS, WebGIS, serta pengolahan data spasial.

pembuatan BM
Pengukuran Lidar

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan survei UAV LiDAR dan fotogrametri di Batang Toru untuk menghasilkan ortofoto GSD 7 cm, DTM, peta kontur, dan buku deskripsi CP.

Project Name
Survei UAV LiDAR dan Fotogrametri Batang Toru, Sumatera Utara
Category
Aerial Mapping
Location
Batang Toru, Sumatra Utara
Year
2026

Project Summary

Survei UAV LiDAR dan Fotogrametri di Batang Toru, Sumatera Utara
PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan pekerjaan Survei UAV LiDAR dan Fotogrametri di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh data geospasial yang akurat, detail, dan mutakhir sebagai dasar pendukung perencanaan teknis, analisis topografi, serta dokumentasi kondisi eksisting area survei.
Kecamatan Batang Toru menjadi salah satu wilayah yang memerlukan dukungan data spasial yang presisi, khususnya dalam memahami kondisi permukaan tanah, elevasi, kemiringan lahan, serta perubahan morfologi area sekitar sungai. Melalui kombinasi teknologi UAV LiDAR dan fotogrametri drone, data topografi dapat diperoleh secara lebih cepat, aman, dan efisien dibandingkan metode survei konvensional pada area yang luas maupun sulit dijangkau.
Tujuan Survei UAV LiDAR dan Fotogrametri
Pekerjaan ini bertujuan untuk menghasilkan informasi geospasial yang merepresentasikan kondisi permukaan bumi, baik berupa objek alam maupun buatan manusia. Output utama dari survei ini meliputi ortofoto dengan Ground Sampling Distance atau GSD 7 cm, Digital Terrain Model atau DTM, serta peta kontur dengan interval 1 meter. Data tersebut sangat penting untuk mendukung proses perencanaan infrastruktur, analisis kondisi lahan, evaluasi area pascabencana, serta kebutuhan teknis lainnya yang membutuhkan informasi elevasi dan bentuk medan secara akurat.
Lokasi dan Cakupan Area Survei
Lokasi pekerjaan berada di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Area survei terbagi menjadi dua blok pekerjaan, yaitu Blok A seluas ±990 m² dan Blok B seluas ±587 m², dengan total area akuisisi sekitar ±1.577 m². Pembagian area survei ini membantu proses perencanaan jalur terbang, penempatan titik kontrol, pengolahan data, serta penyajian hasil akhir secara lebih sistematis.
Metode Pelaksanaan Survei
Tahapan pekerjaan diawali dengan persiapan administrasi dan teknis, mobilisasi personel dan peralatan, serta koordinasi dengan pihak terkait. Setelah itu dilakukan survei pendahuluan untuk memahami kondisi lapangan, akses lokasi, batas area kerja, tutupan vegetasi, serta potensi hambatan saat pelaksanaan akuisisi data. Pada tahap pengukuran kontrol, tim melakukan pemasangan dan pengukuran Control Point atau CP serta Independent Control Point atau ICP. Titik CP digunakan sebagai referensi koordinat dalam proses pemetaan, sedangkan ICP digunakan untuk validasi atau uji akurasi terhadap produk yang dihasilkan, seperti ortofoto dan DTM.
Akuisisi Data UAV LiDAR dan Fotogrametri
Akuisisi data dilakukan menggunakan UAV dengan sensor LiDAR dan kamera fotogrametri. Parameter penerbangan direncanakan secara teknis agar seluruh area survei dapat tercakup dengan baik. Berdasarkan laporan, parameter terbang yang digunakan meliputi ketinggian terbang 100 meter Above Ground Level, kecepatan terbang 10 m/s, sidelap scanning 70%, serta mode akuisisi data menggunakan sistem PPK atau Post Processing Kinematic.Teknologi UAV LiDAR digunakan untuk menghasilkan 3D point cloud dengan kerapatan tinggi. Keunggulan metode ini adalah kemampuannya dalam merekam informasi permukaan tanah, termasuk pada area dengan vegetasi atau medan yang kompleks. Sementara itu, data fotogrametri digunakan untuk menghasilkan ortofoto yang memberikan gambaran visual aktual kondisi area survei.
Pengolahan Data dan Hasil Akhir
Data GNSS hasil pengukuran lapangan diproses menggunakan perangkat lunak pengolahan GNSS untuk memperoleh koordinat titik kontrol yang tervalidasi. Selanjutnya, data UAV LiDAR dan fotogrametri diproses melalui tahapan koreksi posisi, integrasi data IMU dan GNSS, pemrosesan point cloud, klasifikasi ground dan non-ground, pembuatan DTM, serta penyusunan peta kontur. Hasil klasifikasi point cloud digunakan untuk memisahkan objek permukaan seperti vegetasi dan bangunan dari data tanah. Dari data ground tersebut kemudian dihasilkan Digital Terrain Model atau DTM yang dapat digunakan untuk analisis topografi, kelerengan, drainase, dan kebutuhan perencanaan infrastruktur.
Buku Deskripsi Control Point
Sebagai bagian dari dokumentasi teknis, PT Karta Bhumi Nusantara juga menyusun Buku Deskripsi CP. Dokumen ini memuat informasi koordinat, sistem referensi, deskripsi lokasi, foto titik, denah lokasi, serta kenampakan horizontal dari masing-masing titik kontrol. Buku deskripsi ini berfungsi sebagai acuan teknis bagi tim survei, tim pengolahan data, maupun pihak terkait dalam proses verifikasi dan pemanfaatan data hasil survei.
Let’s collaborate. Contact us to discuss your survey needs and get the right data from the start.
Kami menyediakan berbagai layanan seperti, jasa survei batimetri sungai, jasa survei hidrografi, jasa pemetaan sungai, jasa GNSS RTK, jasa GNSS PPK, jasa survei sedimentasi sungai, jasa survei kedalaman sungai, jasa bathymetry