Category: Blog

Penggunaan SBES untuk Survei Batimetri Area Perairan

Single Beam Echo Sounder (SBES) merupakan teknologi survei batimetri yang memanfaatkan pantulan gelombang suara untuk mengukur kedalaman secara vertikal dengan cepat dan akurat. Alat ini bersifat sederhana, ekonomis, dan sangat efektif digunakan pada perairan dangkal seperti sungai, kanal, dan rawa.

Meskipun hanya menghasilkan data pada satu jalur lintasan, SBES tetap menjadi instrumen penting karena hasil pengukurannya dapat dikoreksi terhadap pasang surut dan diintegrasikan dengan GPS/RTK, sehingga menghasilkan data kedalaman yang konsisten dan andal untuk mendukung kebutuhan navigasi, pemetaan, serta perencanaan infrastruktur perairan.

Konsep Pengamatan Pasang Surut

Pengukuran kedalaman laut menggunakan Single Beam Echo Sounder (SBES) atau instrumen akustik lainnya harus selalu dikoreksi terhadap pasang surut, karena muka air laut terus berubah sepanjang waktu. Dengan membaca tinggi muka air (R), membandingkannya terhadap Mean Sea Level (MSL), dan kemudian merujuk pada Chart Datum (AEA) sebagai satu referensi tunggal, seluruh data kedalaman dapat distandarkan.

Koreksi ini memastikan bahwa hasil survei batimetri menjadi akurat, konsisten, dan aman untuk digunakan dalam keperluan navigasi, pemetaan, serta perencanaan infrastruktur kelautan.

Penandatanganan Kontrak Kerja Sama Survei Kajian Sempadan Sungai

Pada Selasa, 26 Agustus 2025, telah dilaksanakan penandatanganan kontrak kerja sama untuk kegiatan kajian dan delimitasi Sungai Way Balau dan Way Garuntang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga fungsi sungai sekaligus mendukung perencanaan tata ruang wilayah yang lebih berkelanjutan.

Presisi dan Akurasi

Presisi (precision) dan akurasi (accuracy) merupakan dua konsep penting dalam pengukuran dan pemetaan. Presisi mengacu pada konsistensi hasil pengukuran yang dilakukan berulang kali, sedangkan akurasi menunjukkan seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya. Suatu pengukuran dapat memiliki presisi yang sangat baik, namun belum tentu akurat apabila nilai yang dihasilkan masih jauh dari nilai sebenarnya. Dalam konteks survei dan pemetaan, kombinasi antara presisi yang tinggi dan akurasi yang baik sangat penting untuk menghasilkan data yang andal dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan serta pengambilan keputusan.

Building Information Modeling (BIM)

Building Information Modeling (BIM) is a technology-based process used to create and manage digital representations of the physical and functional characteristics of a building or infrastructure. BIM is more than just software, but rather an integrated methodology that enables cross-disciplinary collaboration between architects, engineers, contractors, and project owners within a single, integrated digital model.

Navigasi Presisi dalam Pemetaan Drone

Navigasi Presisi dalam Pemetaan Drone adalah teknologi navigasi presisi tinggi yang digunakan untuk memastikan drone terbang secara akurat sesuai jalur dan posisi yang telah direncanakan. Dengan dukungan sistem GNSS RTK/PPK dan sensor navigasi lainnya, drone dapat mencatat posisi setiap gambar udara dengan akurasi hingga tingkat sentimeter. Teknologi ini sangat penting dalam pemetaan profesional karena menghasilkan data yang presisi dengan distorsi minimal, sehingga hasil seperti ortofoto, peta kontur, dan model elevasi digital dapat langsung digunakan untuk kebutuhan teknis seperti perencanaan infrastruktur, desain teknik, atau analisis spasial. Navigasi presisi memastikan pemetaan drone tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga sangat akurat.