Survei Presisi untuk Rehabilitasi Pascabencana di Aceh | PT Karta Bhumi Nusantara

Kondisi Aceh Pascabencana dan Pentingnya Data Spasial

Pascabencana banjir di Aceh Tamiang dan wilayah sekitarnya tidak hanya menyebabkan luapan sungai, tetapi juga mengubah morfologi alur sungai, memicu erosi tebing, penumpukan sedimen, serta merusak infrastruktur di sekitar area terdampak. Dalam kondisi seperti ini, proses rehabilitasi tidak bisa hanya mengandalkan perkiraan visual di lapangan. Dibutuhkan data spasial yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk memastikan setiap langkah penanganan dilakukan secara tepat sasaran.

Di sinilah PT Karta Bhumi Nusantara hadir melalui layanan survei presisi untuk rehabilitasi pascabencana. Dengan dukungan teknologi UAV LiDAR, fotogrametri, dan survei batimetri, kami membantu menghasilkan data geospasial yang menjadi dasar penting dalam analisis kerusakan, evaluasi kondisi lapangan, hingga perencanaan rehabilitasi dan normalisasi sungai yang berkelanjutan.

Kondisi Aceh Pascabencana
Dukungan Survei UAV LiDAR dan Fotogrametri

Dalam mendukung percepatan rehabilitasi pascabencana, PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan survei UAV LiDAR dan fotogrametri di beberapa area terdampak. Cakupan pekerjaan meliputi pemetaan permukiman di Aceh Tamiang seluas ±220 hektare yang mengalami kerusakan akibat banjir, serta pemetaan koridor ruas Jalan Takengon–Bireuen sepanjang ±28 km pada STA 75+000–STA 103+000. Pada koridor tersebut juga dilakukan identifikasi terhadap 47 titik spot longsoran dengan lebar cakupan sekitar ±500 meter per titik.

Seluruh akuisisi lapangan diselesaikan secara cepat dan akurat dalam waktu 15 hari kalender. Kecepatan ini menjadi faktor penting dalam mendukung proses rehabilitasi, karena data yang cepat tersedia akan mempercepat penyusunan analisis teknis, perencanaan penanganan, dan pelaksanaan pekerjaan lapangan di area terdampak.

Survei Batimetri untuk Rehabilitasi Sungai dan Jembatan

Selain survei LiDAR dan Fotogrametri, PT Karta Bhumi Nusantara juga melaksanakan survei batimetri untuk mendukung rehabilitasi sungai dan jembatan pascabencana. Kegiatan ini mencakup area Jembatan Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, dengan cakupan pemeruman sekitar ±1 km ke arah hulu dan ±1 km ke arah hilir. Selain itu, survei juga dilakukan pada Sungai Leung sepanjang ±2,5 km dan Sungai Kuala Simpang sepanjang ±6 km.

Pekerjaan survei batimetri tersebut ditargetkan selesai dalam 12 hari kalender dengan dukungan peralatan USV/SBES, termasuk SBES Garmin 585 Plus, serta personel berpengalaman. Metode ini memungkinkan pengukuran kedalaman dan kondisi dasar sungai dilakukan secara lebih aman, efisien, dan akurat, terutama pada area perairan yang sulit dijangkau atau memiliki risiko operasional tinggi.

Pengalaman Survei Batimetri di Luar Aceh

Komitmen PT Karta Bhumi Nusantara dalam mendukung pekerjaan rehabilitasi tidak hanya dilakukan di Aceh. Kami juga melaksanakan USV batimetri di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada area sungai di bawah empat infrastruktur utama, yaitu Jembatan Sibundong, Husor, Pardomuan, dan Saragih. Pengalaman lintas wilayah ini menunjukkan kesiapan kami dalam menangani pekerjaan survei batimetri dan pemetaan infrastruktur pada berbagai kondisi lapangan.

Output Survei untuk Perencanaan Rehabilitasi

Hasil survei yang dilakukan tidak berhenti pada pengambilan data lapangan saja. Data tersebut diolah menjadi berbagai output penting yang mendukung proses rehabilitasi, seperti peta kondisi eksisting, model topografi, data morfologi sungai, informasi kedalaman dasar sungai, hingga dokumen teknis pemetaan yang dapat digunakan sebagai dasar analisis dan perencanaan. Output inilah yang membantu pemilik pekerjaan, konsultan, maupun kontraktor dalam menentukan langkah penanganan yang lebih tepat, efektif, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *