Survei Batimetri Curug Bayawak di Bogor Menggunakan USV Boat

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan pekerjaan survei batimetri Curug Bayawak di Bogor, Jawa Barat, menggunakan teknologi Unmanned Surface Vehicle (USV) yang terintegrasi dengan Single Beam Echo Sounder (SBES) dan sistem GNSS geodetik. Pekerjaan ini bertujuan memperoleh informasi kedalaman, elevasi, dan bentuk dasar perairan secara terukur untuk mendukung kebutuhan pemetaan, perencanaan teknis, serta pengelolaan kawasan badan air.

Project Name
Survei Batimetri Curug Bayawak di Bogor Menggunakan USV Boat
Client
Tigenco
Category
Hidrografi,Planning
Location
Bogor, Jawa Barat
Year
2026

Project Summery

Latar Belakang Proyek

Data batimetri memiliki peran penting dalam memahami karakteristik dan kondisi dasar suatu perairan. Informasi mengenai kedalaman, perubahan elevasi, serta konfigurasi dasar perairan diperlukan sebagai dasar untuk berbagai kajian teknis, termasuk analisis sedimentasi, evaluasi kapasitas tampungan, dan perencanaan pengelolaan badan air. Survei batimetri di Curug Bayawak dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi dasar perairan berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan. Penggunaan teknologi USV memungkinkan proses pengukuran dilakukan secara sistematis melalui jalur pemeruman yang direncanakan, sekaligus mengurangi kebutuhan personel untuk melakukan pengukuran langsung di atas perairan.

Lokasi dan Ruang Lingkup Pekerjaan

Lokasi pekerjaan berada di kawasan Curug Bayawak, Bogor, Jawa Barat. Survei difokuskan pada pemetaan dasar badan air untuk memperoleh informasi posisi horizontal dan elevasi dasar perairan. 

Ruang lingkup pekerjaan mencakup survei pendahuluan, pengukuran titik referensi menggunakan GNSS geodetik, akuisisi data kedalaman menggunakan USV, pengolahan data batimetri, serta penyusunan DTM dan peta kontur.

Cuplikan layar 2026-10-26 161311
Lokasi Pekerjaan di Curug Bayawak

Teknologi dan Metode Survei

1. Pengukuran GNSS Geodetik

Pengukuran GNSS dilakukan menggunakan receiver CHC iBase dan CHC i76 untuk mendukung penentuan posisi dan pengikatan data batimetri terhadap titik referensi pengukuran.

Pengukuran titik Bench Mark (BM) eksisting dilakukan menggunakan metode GNSS statik diferensial agar data hasil survei memiliki referensi posisi yang konsisten.

2. Survei Batimetri Menggunakan USV

Akuisisi kedalaman dilaksanakan menggunakan USV Karta Boat yang dilengkapi sensor Single Beam Echo Sounder (SBES) Garmin.

Wahana USV melakukan pemeruman mengikuti jalur pengukuran yang telah direncanakan. Sensor SBES merekam kedalaman berdasarkan pantulan gelombang akustik dari dasar perairan, sementara sistem GNSS menyediakan informasi posisi setiap titik pengukuran.

Sebelum akuisisi data, dilakukan pemeriksaan dan kalibrasi sensor melalui metode bar-check untuk mendukung kualitas pengukuran kedalaman.

3. Pengolahan Data Batimetri

Data hasil pemeruman diproses melalui sinkronisasi waktu, koreksi posisi GNSS menggunakan metode Post-Processing Kinematic (PPK), serta koreksi kedalaman berdasarkan posisi transduser dan referensi elevasi muka air.

Selanjutnya, data dibersihkan dari anomali pengukuran dan diolah untuk menghasilkan model elevasi dasar perairan. Hasil tersebut menjadi dasar penyusunan DTM dan peta kontur.

Hasil dan Produk Akhir Survei

Berdasarkan hasil pengolahan data pengukuran yang ditampilkan dalam laporan, kedalaman sampel perairan tercatat berkisar antara 1,32–4,18 meter, dengan elevasi dasar perairan hasil koreksi berkisar antara 193,79–196,65 meter.

Data tersebut digunakan untuk menyusun representasi topografi dasar perairan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan analisis dan perencanaan teknis.

Produk pekerjaan yang disusun meliputi:

  1. Digital Terrain Model (DTM): Model elevasi digital untuk menggambarkan bentuk dan variasi elevasi dasar perairan.

  2. Peta Situasi dan Kontur: Peta skala 1:5.000 dengan interval kontur 0,5 meter.

  3. Data Titik Batimetri: Informasi koordinat dan elevasi dasar perairan hasil pengukuran dan koreksi.

  4. Laporan Survei: Dokumentasi teknis metode pelaksanaan, pengolahan data, dan hasil pengukuran.

Manfaat Data Survei bagi Pengelolaan Sungai

Hasil survei batimetri Curug Bayawak menyediakan informasi spasial mengenai kondisi dasar perairan yang dapat digunakan sebagai referensi dalam pengelolaan kawasan badan air.

Ketersediaan DTM dan peta kontur memungkinkan bentuk dasar perairan divisualisasikan secara lebih jelas, sekaligus menyediakan data pendukung untuk kajian sedimentasi, evaluasi kondisi eksisting, perencanaan penataan kawasan, dan analisis kapasitas tampungan lebih lanjut.

Konsultasikan kebutuhan survei dan pemetaan bersama PT Karta Bhumi Nusantara.

Pengukuran GNSS
USV Boat Karta Bhumi
Pengukuran Batimetri

Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut: