Project Category: Planning

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara and its team have completed a topographic survey using UAV LiDAR, photogrammetry, and bathymetry in the Muara Enim area of ​​South Sumatra. This activity encompassed mapping approximately 89 hectares of land and approximately 22.5 hectares of river bodies, including the Bangke River, Mbiung River, and Kiahaan River. The survey was conducted to support technical planning, hydrological analysis, and environmental management in the mining concession area.

Project Name
Survei Topografi untuk kawasan pertambangan – Kabupaten Muara Enim
Category
Planning

Project Summary

PT Karta Bhumi Nusantara telah menyelesaikan survei topografi terpadu menggunakan UAV LiDAR, fotogrametri, dan batimetri di wilayah konsesi PT Manambang Muara Enim di Sumatera Selatan. Kegiatan ini berfokus pada tiga sungai utama: Sungai Bangke, Sungai Mbiung, dan Sungai Kiahaan, yang memiliki karakteristik morfologi kompleks, menggabungkan lahan terbuka, vegetasi padat, dan badan sungai dengan kedalaman yang bervariasi.
Pemantauan dilakukan di area daratan seluas sekitar 89 hektar dan badan sungai seluas sekitar 22,5 hektar. Untuk memperoleh data yang akurat, tim memasang titik kontrol (CP) menggunakan metode GNSS statis, diikuti dengan pengumpulan data UAV LiDAR dan fotogrametri. Hasil pemetaan menghasilkan foto udara ortofoto beresolusi tinggi dengan akurasi 2 cm per piksel, serta awan titik LiDAR, yang kemudian diklasifikasikan menjadi objek tanah, vegetasi, dan objek lain.
Selain itu, survei batimetri menggunakan USV yang dilengkapi dengan sensor Garmin 585 Plus Single Beam Echo Sounder (SBES) dilakukan di Sungai Mbiung dan Kiahaan, sementara metode RTK GNSS digunakan di Sungai Bangke. Hasilnya adalah model elevasi dasar sungai, peta batimetri, dan profil longitudinal serta transversal yang memberikan rincian tentang kedalaman, lebar, dan kondisi tepi sungai.
Hasil keluaran yang dihasilkan meliputi peta ortofoto, peta kontur 0,5 m, model elevasi digital, panjang dan penampang melintang, serta deskripsi koordinat wilayah tangkapan air. Semua data ini telah diintegrasikan ke dalam sistem koordinat resmi, memungkinkan penggunaan langsung untuk mendukung perencanaan teknis dan pemodelan hidrologi.
Hasil survei juga mengungkapkan perubahan signifikan pada lanskap dari tahun 2013 hingga 2024, terutama akibat aktivitas pertambangan terbuka di sekitar Sungai Bangke dan Mbiung. Perubahan ini mempengaruhi tutupan vegetasi, potensi sedimentasi, dan pola hidrologi sungai, menjadikan data spasial yang diperbarui ini krusial untuk perencanaan dan mitigasi dampak lingkungan.
Dengan memanfaatkan teknologi UAV LiDAR, RTK GNSS, dan USV Bathymetry, PT Karta Bhumi Nusantara terus menyediakan solusi survei modern yang akurat, efisien, dan berkelanjutan. Data yang dihasilkan menjadi landasan kritis untuk mendukung pengelolaan sumber daya udara, mitigasi risiko, dan pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan di wilayah Muara Enim.
#LiDAR #UAVLiDAR #Fotogrametri #PointCloud #GeoSpatial #3DMapping #DroneMapping #Survei #Pemetaan #Topografi #Konsultan #DataSpatial #KonsultanPemetaan #GIS #AnalisisGIS #Perhutanan #PemetaanPertambangan #LongandCrossSection #Kontur #PemetaanSpatial


Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara conducted a 3D survey of the Makarti Muktitama Building in Jakarta as part of its efforts to provide high-accuracy spatial data for facility management, planning, and infrastructure development. The survey aimed to provide a detailed 3D representation of the building to support asset documentation, renovation planning, and digital transformation in building management.

The survey utilized advanced 3D scanning technology and UAV photogrammetry, enabling the production of precise point clouds, 3D models, and digital twins. The results ensured accurate visualization and measurement of the building structure, supporting stakeholders in data-driven decision-making for efficient design, monitoring, and future development.

Project Name
Survei 3D Gedung Makarti Muktitama – Jakarta
Category
Planning

Project Summary

Survei 3D bangunan memainkan peran krusial dalam merekam kondisi existing secara detail dan presisi. Semua elemen bangunan, mulai dari struktur utama hingga detail arsitektur, didokumentasikan dalam bentuk model tiga dimensi yang akurat. Data ini menjadi dasar yang krusial untuk renovasi, audit teknis, dan pengelolaan aset jangka panjang. Untuk kegiatan ini, tim Karta Bhumi Nusantara menggunakan CHCNAV RS-10 SLAM 3D Laser Scan. Teknologi Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) memungkinkan pemindaian tanpa GPS, ideal untuk area indoor atau lokasi dengan hambatan sinyal. Proses ini menghasilkan titik cloud beresolusi tinggi yang menggambarkan bentuk dan ukuran setiap elemen bangunan secara detail
Hasilnya kemudian diproses menjadi Model As-Built 3D, yang berfungsi sebagai referensi akurat bagi arsitek, insinyur, dan pengelola bangunan. Dengan dokumentasi digital ini, pengelolaan dan pengambilan keputusan dapat didasarkan pada data, sehingga lebih efisien, hemat biaya, dan terarah.
#KartaBhumiNusantara #CHCNAV #3DLaserScan #SLAMTechnology #AsBuiltModeling #Surveying #Geospatial #DigitalTwin #BIM #3DModeling #MakartiMuktitamaHall

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara conducted topographic surveys in several irrigation areas as part of its contribution to the Ministry of Public Works and Public Housing’s Land and Water Optimization (OPLAH) program. These surveys aim to support sustainable agricultural development by providing accurate spatial data for planning, monitoring, and optimizing water and land resources.

This activity was conducted using the RTK GNSS survey method, which allows for the production of precise topographic maps, irrigation channel cross-sections, and other critical data to ensure the effective design and implementation of irrigation infrastructure improvements.

Project Name
Survei Topografi untuk Optimalisasi Lahan dan Air di Banten
Category
Planning

Project Summery

The results of a topographic survey conducted in 28 Irrigation Areas (D.I.) in Banten Province revealed varying conditions in the irrigation network, both in terms of construction and functionality. While most canals are constructed using concrete, many sections of earthen canals are still susceptible to damage, leaks, and sedimentation. The obtained elevation, contour, and cross-sectional and longitudinal data provide a detailed picture of the canal's capacity and physical condition, which can serve as a basis for technical planning for irrigation network repairs and rehabilitation. 
With a total surveyed canal length of 138.86 km, RTK GNSS measurement data, 1:1,000-scale contour maps, and 50-meter long and cross-section profiles have been compiled as the primary output. This information is expected to support the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) through its OPLAH program in making strategic decisions regarding the rehabilitation, improvement, and maintenance of irrigation canals in Banten. Accurate geospatial data allows for more targeted planning, thereby increasing agricultural productivity and supporting national food security.

Project Details

PT Karta Bhumi Nusantara conducted an aerial mapping survey along the Cikampek-Haurgeulis railway line as part of its efforts to provide high-quality spatial data for railway infrastructure planning, monitoring, and development. This activity was carried out using high-tech UAV (drone mapping) capable of producing high-resolution orthophotos and digital elevation models efficiently and accurately.

Project Name
Survei Fotogrametri Udara pada Jalur Kereta Api Cikampek – Haurgeulis
Client
PT. Tigenco Graha Persada
Category
Planning
Location
Karawang, West Java
Year
2025

Project Summery

Survei fotogrametri adalah metode pengukuran dan pemetaan permukaan bumi melalui analisis foto udara atau citra yang diambil dari pesawat, drone (UAV), maupun satelit. Teknik ini memanfaatkan prinsip geometri dan optik untuk mengubah gambar dua dimensi menjadi informasi spasial tiga dimensi, seperti kontur, elevasi, dan posisi objek di permukaan tanah.
Dalam pelaksanaannya, survei fotogrametri dilakukan dengan mengambil serangkaian foto yang saling bertampalan, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak khusus untuk menghasilkan produk seperti ortofoto, model elevasi digital (DEM/DTM/DSM), dan peta topografi. Metode ini sangat efisien untuk pemetaan area yang luas dengan tingkat ketelitian yang tinggi, sehingga banyak digunakan dalam bidang konstruksi, transportasi, kehutanan, pertambangan, dan perencanaan wilayah.

Project Details

PT. Karta Bhumi Nusantara telah melaksanakan survei batimetri sebagai data informasi kedalaman untuk studi batas wilayah Sungai Citarum.

Survei batimetri merupakan kegiatan pengukuran kedalaman perairan yang bertujuan untuk mengetahui morfologi dasar laut, sungai, danau, atau rawa. Data yang dihasilkan dari survei ini sangat penting untuk berbagai kebutuhan, seperti pemetaan dasar perairan, perencanaan infrastruktur, pemantauan sedimentasi, hingga pengelolaan lingkungan perairan. Dalam pelaksanaannya, survei batimetri menggunakan perangkat echo sounder, high-precision positioning system (GNSS RTK), dan perangkat pendukung lainnya seperti USV (Unmanned Surface Vehicle) untuk pengumpulan data yang efisien di wilayah yang sulit dijangkau.

Project Name
Survei Batimetri untuk Kajian Sempadan Sungai Citarum
Client
BBWS
Category
Hidrografi,Planning
Location
Citarum, West Java
Year
2025

Project Summery

Single Beam Echo Sounder (SBES) adalah alat survei batimetri yang digunakan untuk mengukur kedalaman perairan pada satu titik secara vertikal, tepat di bawah sensor. Alat ini bekerja dengan memancarkan gelombang suara (sonar) ke dasar sungai, dan menghitung waktu pantulan gelombang tersebut untuk menentukan kedalaman. SBES banyak digunakan dalam survei sungai, danau, waduk, maupun wilayah pesisir karena operasionalnya yang relatif sederhana dan efisien. Dalam kajian sempadan sungai, SBES menjadi instrumen penting untuk mendapatkan data profil dasar sungai secara linier sepanjang lintasan survei. Data kedalaman yang dikumpulkan akan dikombinasikan dengan data posisi dari GNSS serta dikoreksi menggunakan data pasang surut, sehingga menghasilkan informasi batimetri yang akurat dan dapat digunakan untuk analisis geomorfologi sungai serta penentuan batas sempadan yang sesuai dengan regulasi.
Pasang surut (pasut) adalah fenomena naik turunnya muka air laut atau sungai yang disebabkan oleh gaya gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi. Dalam konteks survei batimetri, pengukuran pasut sangat penting untuk mengoreksi data kedalaman yang diperoleh agar dapat direferensikan ke datum vertikal yang konsisten, seperti Mean Sea Level (MSL). Tanpa koreksi pasut, hasil pengukuran kedalaman menggunakan alat seperti Single Beam Echo Sounder (SBES) dapat menghasilkan data yang tidak akurat akibat fluktuasi muka air saat survei dilakukan. Pengukuran pasut dapat dilakukan secara manual menggunakan mistar pasut (tide staff) atau secara otomatis dengan alat pencatat pasut digital (tide gauge). Data pasut yang dikumpulkan selama periode survei akan digunakan dalam proses koreksi (tide correction) sehingga kedalaman akhir mencerminkan kondisi sebenarnya dasar perairan. Hal ini menjadi dasar penting dalam kajian teknis seperti penetapan sempadan sungai, analisis banjir, dan pengelolaan wilayah pesisir atau daerah aliran sungai.

Project Details

Dalam rangka mendukung pengelolaan sempadan sungai yang berbasis data dan akurat, PT. Karta Bhumi Nusantara melaksanakan survei topografi menggunakan teknologi UAV LiDAR di sepanjang koridor Sungai Citarum di wilayah administrasi Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis dalam penataan ruang dan mitigasi risiko banjir di wilayah rawan banjir.

Project Name
Survei UAV LiDAR untuk Kajian Sempadan Sungai Citarum
Client
BBWS
Category
Aerial Mapping,Planning
Location
Citarum, West Java
Year
2025

Project Summery

Hasil survei ini akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan zonasi, perlindungan ekosistem bantaran sungai, dan pengendalian kegiatan pembangunan di wilayah sekitar sungai. Penetapan batas tersebut sangat penting untuk menjaga fungsi ekologis sungai dan mencegah kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan ruang yang tidak terkendali.                                                                                                                                                                                                                               Teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) LiDAR dipilih karena kemampuannya dalam memperoleh data elevasi beresolusi tinggi secara cepat, efisien, dan akurat, bahkan di wilayah dengan vegetasi yang rapat atau morfologi yang kompleks. Dengan menggunakan sensor LiDAR (Light Detection and Ranging), kami berhasil mengumpulkan data titik awan yang mampu membedakan antara tajuk vegetasi, bangunan, dan permukaan tanah (tanah kosong), yang sangat krusial dalam pembuatan model elevasi digital (DTM) untuk penentuan batas sungai.