Project Details
PT Karta Bhumi Nusantara melaksanakan pekerjaan survei topografi Mutual Check 0% (MC-0) pada Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi Kewenangan Daerah di Provinsi Banten Paket I, yang berlokasi di Kabupaten Serang, Banten.
Pekerjaan ini mencakup pemetaan jaringan irigasi sepanjang ±28,947 kilometer dengan menggunakan teknologi UAV LiDAR, UAV fotogrametri, dan GNSS geodetik untuk memperoleh informasi kondisi eksisting saluran irigasi sebelum pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi.
Project Summery
Latar Belakang Proyek
Lokasi dan Ruang Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan survei dilaksanakan pada jaringan irigasi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dengan total panjang saluran yang dipetakan mencapai ±28,947 kilometer.
Lokasi pekerjaan mencakup lima daerah irigasi, yaitu:
Daerah Irigasi Cibanten
Daerah Irigasi Ciwaka Bawah
Daerah Irigasi Cikalumpang
Daerah Irigasi Kali Karad
Daerah Irigasi Cisait
Ruang lingkup pekerjaan meliputi survei pendahuluan, pengukuran titik kontrol Bench Mark (BM) dan Control Point (CP), akuisisi data UAV LiDAR dan fotogrametri, serta pengolahan data untuk menghasilkan peta situasi, model elevasi, dan penampang saluran irigasi.
Pelaksanaan survei difokuskan pada penyediaan data kondisi eksisting sebagai acuan teknis pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi.
Teknologi dan Metode Survei
1. Pengukuran GNSS Geodetik
Pengukuran titik kontrol dilakukan menggunakan GNSS CHC iBase dan CHC i76 dengan metode pengamatan statik diferensial.
Pengamatan dilakukan terhadap titik BM dan CP yang direferensikan ke stasiun CORS CRKS dan CGON sebagai dasar pengendalian posisi horizontal dan vertikal.
Hasil pengukuran digunakan sebagai titik referensi dalam proses pemetaan UAV LiDAR dan pengolahan data topografi agar seluruh hasil pekerjaan memiliki sistem koordinat yang konsisten.
2. Survei UAV LiDAR dan Fotogrametri
Akuisisi data topografi dilaksanakan menggunakan DJI Matrice 350 yang dilengkapi sensor DJI Zenmuse L2.
Teknologi UAV LiDAR digunakan untuk merekam informasi elevasi permukaan tanah melalui data 3D point cloud, termasuk pada area saluran irigasi yang memiliki vegetasi di sekitarnya.
Sementara itu, UAV fotogrametri digunakan untuk menghasilkan citra udara yang dapat dimanfaatkan dalam identifikasi kondisi eksisting, jaringan saluran, bangunan irigasi, dan penggunaan lahan di sekitar lokasi pekerjaan.
Penerbangan dilakukan menggunakan perencanaan jalur terbang dengan sistem Post-Processing Kinematic (PPK) untuk mendukung ketelitian posisi hasil akuisisi.
3. Pengolahan Data Topografi
Data hasil pengamatan GNSS diproses menggunakan CHC Geomatics Office untuk memperoleh koordinat titik kontrol yang telah terkoreksi.
Selanjutnya, data UAV LiDAR dan fotogrametri diolah menggunakan DJI Terra melalui proses koreksi posisi, klasifikasi point cloud, serta pemisahan titik ground dan non-ground.
Hasil pengolahan digunakan untuk menyusun Digital Terrain Model (DTM) dan ortofoto. Data tersebut kemudian diolah dan divisualisasikan menggunakan Global Mapper dan AutoCAD sesuai kebutuhan penggambaran teknis saluran irigasi.
4. Penyusunan Profil Saluran Irigasi
Data topografi hasil pengukuran digunakan untuk menyusun profil memanjang (long section) dan profil melintang (cross section) saluran irigasi.
Long section menggambarkan perubahan elevasi sepanjang trase saluran, sedangkan cross section menampilkan kondisi geometrik penampang, termasuk elevasi tanggul, dasar saluran, dan bentuk saluran pada setiap titik pengamatan.
Penyusunan penampang dilakukan dengan interval setiap 50 meter untuk mendukung verifikasi kondisi eksisting dan kebutuhan analisis pekerjaan rehabilitasi.
Hasil dan Produk Akhir Survei
Pekerjaan survei topografi MC-0 menghasilkan informasi geospasial yang menggambarkan kondisi awal jaringan irigasi pada lima daerah irigasi di Kabupaten Serang, Banten.
Produk utama yang dihasilkan meliputi:
Raw Data Survei: Data hasil pengamatan GNSS serta akuisisi UAV LiDAR dan fotogrametri sebagai dasar pengolahan.
Buku Deskripsi BM dan CP: Informasi koordinat dan dokumentasi titik kontrol yang digunakan selama pekerjaan survei.
Peta Detail Situasi dan Kontur: Peta topografi skala 1:1.000 dengan interval kontur 1 meter.
Digital Terrain Model (DTM): Model elevasi digital yang menggambarkan kondisi permukaan tanah pada koridor jaringan irigasi.
Long Section: Profil memanjang saluran irigasi dengan skala horizontal dan vertikal 1:100.
Cross Section: Profil melintang saluran irigasi setiap 50 meter dengan skala horizontal dan vertikal 1:100.
Laporan Akhir Survei: Dokumentasi teknis mengenai metode pelaksanaan, pengolahan data, dan hasil pengukuran MC-0.
Selain produk tersebut, pengolahan UAV fotogrametri menghasilkan ortofoto dengan Ground Sampling Distance (GSD) sebesar 5 cm/piksel, yang digunakan untuk mendukung identifikasi kondisi eksisting jaringan irigasi.
Manfaat Data Survei bagi Pengelolaan Situ
Pelaksanaan survei topografi MC-0 menyediakan data awal yang diperlukan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi.
Informasi elevasi, dimensi saluran, serta profil memanjang dan melintang dapat digunakan untuk membandingkan kondisi aktual di lapangan dengan dokumen perencanaan.
Data hasil survei juga mendukung proses identifikasi kebutuhan penyesuaian desain, perhitungan volume awal pekerjaan, serta penyusunan dokumen teknis yang menjadi acuan pelaksanaan konstruksi.
Konsultasikan kebutuhan survei dan pemetaan bersama PT Karta Bhumi Nusantara.
Untuk mengenal lebih dekat layanan dan kapabilitas PT Karta Bhumi Nusantara, Anda dapat menonton video profil perusahaan berikut: