Cara Menentukan Break Even Stripping Ratio dari Data DEM LiDAR, ini Lengkapnya

kartabhumi – Halo sahabat bhumi! Pernah nggak sih sahabat bhumi ngebayangin struggle-nya tim surveyor di lapangan pas lagi tahap eksplorasi awal? Bayangin sahabat bhumi harus masuk ke hutan belantara di pedalaman kalimantan atau sumatera, literally nembus semak belukar yang rapet banget. Sahabat bhumi harus bawa-bawa alat ukur berat sambil hujan-hujanan, dikerubungin nyamuk, belum lagi jalanan lumpur galian yang bikin mobil 4×4 aja sering nyerah. Ngukur topografi secara manual di medan ekstrem kayak gitu tuh draining banget fisik dan mental, apalagi memakan waktu berbulan-bulan. Kalau sampai salah ngitung elevasi atau meleset pas estimasi volume tanah penutup , perusahaan bisa boncos miliaran rupiah pas tambang udah jalan. Kesalahan data awal ini red flag banget buat umur tambang. Nah, buat tackle isu ini,  tim PT. Karta Bhumi Nusantara sudah merangkum data dan praktik terbaik dari berbagai sumber terpercaya di dunia pemetaan topografi, kita mau spill nih insight lengkap gimana teknologi masa kini ngebantu banget di fase perencanaan. Kita bakal bahas tuntas cara menentukan Break Even Stripping Ratio berbekal data DEM dari teknologi LiDAR. Yuk, kita bedah bareng-bareng!

Apa Itu Break Even Stripping Ratio?

Break Even Stripping Ratio (BESR) adalah titik impas atau batas maksimal volume tanah penutup yang boleh digali untuk bisa ngedapetin satu ton bahan galian tanpa bikin perusahaan rugi. Singkatnya, ini tuh rasio ekonomi yang ngasih tau kita, “Eh, batas gali tanah di kedalaman segini masih cuan nggak sih buat nutupin biaya operasionalnya?”. Kalau rasionya udah ngelewatin batas BESR, berarti biaya buat buang tanahnya jauh lebih mahal daripada harga jual barang tambangnya, yang literally bikin proyek itu nggak layak dilanjutin secara ekonomi.

Baca Juga Artikel :  Perbedaan Compact Solid-State LiDAR dengan Mechanical LiDAR Tradisional, Dari Akurasi hingga Daya Tahan

Mengapa DEM LiDAR Menjadi Standar untuk Analisis BESR?

Berikut ini beberapa alasan mengapa DEM LiDAR menjadi standar untuk analisis BESR:

Penetrasi Kanopi Hutan

Sensor LiDAR bisa nembus celah dedaunan sampai ke permukaan tanah asli . Jadi, kita nggak perlu repot babat alas dulu cuma buat dapetin kontur tanah yang presisi.

Akurasi dan Resolusi Tinggi

Data DEM yang dihasilkan punya tingkat kerapatan titik (point cloud) yang tinggi banget. Ini bikin model permukaan 3D yang dihasilkan super akurat, sehingga perhitungan volume galian jadi valid dan minim error.

Efisiensi Waktu dan Biaya

Terbang pakai drone LiDAR bisa nge-cover ribuan hektar cuma dalam hitungan hari. Time-saving banget dibandingin ngirim belasan surveyor jalan kaki berbulan-bulan.

Keamanan Keselamatan Kerja Terjamin

Ngurangin banget risiko kecelakaan kerja di lapangan karena surveyor nggak perlu lagi manjat tebing curam atau masuk ke area rawan longsor buat ambil titik ukur.

Integrasi Mudah ke Software Tambang

Output data dari LiDAR biasanya format .las atau .laz,  seamless banget pas di-import ke software desain tambang masa kini untuk langsung dimodelin bareng data bor.

Data yang Dibutuhkan

Berikut ini beberapa data yang dibutuhkan:

Data DEM LiDAR

Digital Terrain Model yang udah bersih dari pepohonan dan bangunan untuk jadi acuan elevasi topografi asli.

Data Pemboran Eksplorasi

Data log bor geologi yang ngasih info detail tentang ketebalan, kedalaman, dan kemiringan lapisan bahan galian di bawah tanah.

Biaya Operasional

Semua rincian biaya penambangan bahan galian, mulai dari blasting, hauling, crushing, sampai biaya pelabuhan.

Biaya Pengupasan Overburden

Ongkos spesifik untuk menggali dan memindahkan tanah penutup ke disposal area, biasanya dihitung per Bank Cubic Meter.

Baca Juga Artikel :  Mapping from the Sky: Teknologi Drone LiDAR dan Fotogrametri untuk Data Geospasial Presisi

Harga Jual Komoditas

Proyeksi harga jual batubara atau mineral di pasaran  saat ini atau saat produksi nanti.

Tahapan Menentukan BESR

Berikut ini beberapa tahapan menentukan BESR:

Tahapan Deskripsi Singkat Alat 
Akuisisi Data Topografi Terbang drone LiDAR untuk ngumpulin point cloud area konsesi. UAV LiDAR
Pemrosesan DEM Filter titik vegetasi untuk bikin Digital Terrain Model (DTM) yang bersih. Software GIS
Pemodelan Badan Bijih Menggabungkan DTM LiDAR dengan koordinat dan elevasi data bor geologi. Software Mine Planning
Simulasi Volume Menghitung rasio volume overburden terhadap tonase ore pada berbagai kedalaman. Software Mine Planning
Kalkulasi BESR Menghitung titik impas berdasarkan data biaya operasional dan harga komoditas. Spreadsheet

Contoh Perhitungan

Rumus:

BESR = (Harga Jual per Ton − Biaya Produksi per Ton) ÷ Biaya Pengupasan per BCM

Anggaplah sahabat bhumi lagi ngerjain project batubara. Harga jual batubara di pasar saat ini adalah $80 / ton. Ongkos produksi batubaranya dari gali sampai kapal sekitar $20 / ton. Terus, ongkos buat ngupas tanah penutupnya  itu $3 / BCM.

Perhitungan BESR
BESR = ( 80 − 20 ) ÷ 3
BESR = 60 ÷ 3 = 20

Artinya: Batas rasio paling maksimal adalah 20:1. Perusahaan sahabat bhumi masih bisa dibilang break even alias nggak rugi dan nggak untung, kalau harus buang 20 BCM tanah penutup cuma buat dapet 1 Ton batubara. Di atas angka 20, itu udah over budget dan desain pit tambangnya harus distop atau disesuaikan.

Faktor yang Mempengaruhi Nilai BESR

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi nilai BESR:

Fluktuasi Harga Komoditas

Kalau harga batu bara lagi meroket, nilai BESR juga otomatis naik. Sahabat bhumi jadi punya ruang gerak buat nggali tanah lebih dalam karena untungnya masih nutup.

Baca Juga Artikel :  Cara Kerja LiDAR Menghitung Volume dan Jarak, Dari Sinar Laser hingga Point Cloud

Jarak Angkut

Makin jauh jarak angkut overburden ke tempat pembuangan (disposal), makin mahal ongkos operasionalnya, yang bakal bikin nilai BESR makin kecil.

Karakteristik Geoteknik Batuan

Kalau tanah penutupnya keras banget dan butuh di-blasting (peledakan) ekstensif, biaya pengupasan bakal bengkak dan nurunin limit BESR.

Efisiensi Alat Berat

Match factor antara excavator dan dump truck yang bagus bakal nekan biaya hourly rate, bikin operasional lebih murah dan rasio lebih aman.

Regulasi dan Pajak Pemerintah

Perubahan tarif royalti atau pajak alat berat dari pemerintah akan langsung memotong margin keuntungan, yang otomatis ngerubah perhitungan BESR.

Kesimpulan Cara Menentukan Break Even Stripping Ratio dari Data DEM LiDAR

Menentukan Break Even Stripping Ratio itu core of the core dari kelayakan suatu tambang. Kalau salah ngitung di awal, nyawa perusahaan taruhannya. Itulah kenapa pake data outdated atau metode manual udah nggak relevan lagi sekarang. Lewat kombinasi maut antara akurasi tinggi dari DEM LiDAR dan software pemodelan tambang masa kini, perusahaan bisa ngerancang pit limit yang nggak cuma aman secara teknis, tapi juga ngasih garansi profit yang maksimal. Invest di teknologi LiDAR di awal survei mungkin kelihatan lumayan, tapi itu nyelamatin miliaran budget operasional ke depannya.

 

 

Catatan : Semua artikel yg dipublish sudah ditinjau oleh tim geodetic engineering PT. Karta Bhumi Nusantara apabila ada informasi kesalahan atau ketidakbenaran informasi bisa dilakukan konfirmasi ke Redaksi PT. Karta Bhumi Nusantara